Rabu, 10 Oktober 2018

Untuk mu, aku rindu..

Untuk mu tulang punggung di masa depanku,
Tau kah kamu aku rindu?
Iya,  aku sungguh merindukanmu.
Namun rinduku tiada bertuan.
Do'a ku tiada bernama.

Kau sedang apa? 
Di belahan bumi mana?
Apakah kau dekat di sekitar ku,  atau malah jauh dari jangkauan ku.

Aku rindu.. 
Namun hanya mampu menjeritkan rindu di batas kerongkongan.
Aku rindu. 
Namun hanya mampu menggelorakan rindu di lirihan do'a.

Aku menunggumu.
Entah kapan engkau menjemputku.
Datanglah..
Dengan segala keberanianmu. Dengan semua rasa tanggung jawabmu.. Aku rindu.

Untukmu yang ada dimasa depan ku,
Yang kan mencintaiku dengan sepenuh jiwa dan raga, 
yang kan mencintaiku karena Cinta kepada Rabb kita.
Yang bukan karena aku dan kamu menjadi kita,  namun karena Allah aku dan kamu menjadi kita, 
aku rindu.

Untukmu yg namanya sudah tertulis di lauhul mahfudz,
Jaga diri,  akhlak dan agama mu baik2.
Aku menantimu dg semua metamorfosisku.
Smoga Allah selalu menjagamu dan menuntun mu segera ke arahku.

Dan bila masanya telah tiba,  kan ku serahkan segenap hati hanya kepadamu.
Untukmu, aku calon tulang rusuk mu sedang merindu.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Mengenai Saya

Foto saya
Perkenalkan, saya seorang Mahasiswa UMB prodi KPI, announcer di 104,3 radio Jazirah FM, seorang aktivis IMM, Aktivis dakwah KompaQ, serta memiliki hobi nulis dan baca. Untuk kenal lebih lanjut, Kamu bisa mengunjungi ku di Facebook: Nengsih Hariyanti Whatsapp/Telegram: 081532485541 Instagram: @nengsih_hariyanti Email: nengsihhariyanti@gmail.com Twitter: @NengsihRianty2

Biarkan Berlalu

Terlalu pahit untuk ku kenang Sepenggal kisah masa lalu kita Biar ku perlahan beranjak pulang Tinggalkan puing rasa Tak usah acuhkan...