Minggu, 08 Juli 2018

Sinopsis Assalamualaikum Calon Imam


Judul: Assalamualaikum Calon Imam
Nama Penulis: Ima Madaniah
Tempat Terbit: Jl. Angsana Raya Pejaten Timur
Penerbit: PT BUMI SEMESTA MEDIA
Tahun Terbit: November 2017
Keterangan edisi: Cetakan Pertama
Halaman:  476 hlm

Hallo,,,, aku mau certain tentang kisah yang penuh drama ini. yang mengharu baru. Aduhh.. akunya mudah baper jadi malah makin baper usai baca novel ini. wkwk

Ceritanya sangat menarik ni, lengkap. Hampir semua tokoh ada kisahnya disini. Bukunya juga tebel banget. Namun karena novelnya bagus dan buat penasaran,, aku baca ini sampai tuntas dengan segera. Bagusnya sich baca aja langsung novelnya dan nilai sendiri. Tapi aku tetap mau certain synopsis novelnya ya. Sedikit saja. Nggak banyak koq. Hehee

Cerita berawal dari kisah Nafisya Kaila Akbar. Seorang mahasiswa jurusan farmasi semester awal. Ia sangat membenci ayahnya yang tega meninggalkan dia dan keluarga ketika masih kecil. Ia bahkan tidak percaya dengan yang namanya cinta. Hingga pada akhirnya secara diam-diam ia mencintai Jidan. Sahabat kecilnya. Sayangnya, Jidan justru mencintai Syalsa Sabila Akbar yang merupakan kakak dari Nafisya.

Hingga pada akhirnya Jidan memutuskan untuk menikah dengan Syalsa dan itu membuat Nafisya begitu sakit. Tatkala pernikahan Syalsa akan digelar, ternyata di waktu yang bersamaan ia dilamar oleh Alif. Seorang dosen galak di kelas Nafisya yang sering membuat Nafisya kesal. Alif satu-satunya orang yang tau perasaan Nafisya kepada Jidan karena tak sengaja ia melihat pesan singkat di handphone Nafisya ketika dulu handphonenya tertinggal di dalam mobil Alif.

Nafisya belum menjawab lamaran Alif. Hingga pada akhirnya ia langsung menerima dan meminta Alif menikahinya di depan Ayah Nafisya yang sedang sakaratul maut. Iya, Nafisya sudah memafkan ayahnya setelah ia tau apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu. Apalagi ayahnya menderita penyakit yang akhirnya merenggut nyawa Ayahnya.

Waktu berjalan. Alif tetap menjadi dosen tergalak dikelas meskipun statusnya sudah menjadi suami Nafisya. Tidak banyak yang tau pernikahan dosen dan mahasiswa tersebut kecuali orang-orang terdekat Nafisya dan para dosen di kampusnya.

Meski sudah berusia 12 bulan pernikahan, namun Nafisya masih belum bisa membuka kerudung di depan suaminya sendiri. Dan Alif juga tidak memaksa. Namun tatkala  mereka sudah mulai saling mencintai dan merasa bahagia dengan perasaan mereka, Nafisya menggugat cerai Alif.

Nafisya menderita sakit Neoris optic.  Ia akan cacat mata. Karena itulah ia meminta cerai kepada Alif. Ia ingin Alif bahagia tanpa harus terbebani dengan wanita cacat seperti dia. Kemudian Alif menjatuhkan Talak kepada Nafisya tepat dihari wisudanya.

Nafisya tak sadarkan diri. Ia juga tak mampu melihat apa-apa. Dan akhirnya ia dibawa oleh kakaknya hari itu juga di rumah sakit pusat. Alif tidak tau bahwa Nafisya sakit. Nafisya melarang semua orang mengatakan tentang penyakitnya kepada Alif. Namun pada akhirnya Jidan nekat memberi tahu Alif disaat pada hari itu Alif siap berangkat keluar negeri. Ia memutuskan untuk melupakan semua kenanganya. Dan ketika Jidan memberi tahu perkara Nafisya, Alif langsung ke rumah sakit tempat Nafisya di rawat. Setelah 6 bulan berpisah, akhirnya mereka rujuk kembali.

Nafisya di operasi. Awalnya ia dinyatakan meninggal karena kehabisan darah ketika operasi. Namun denyut jantungnya kembali lagi. Ia koma selama 2 minggu. Selama itu pula Alif merawatnya dengan kasih sayang. Ia membaca sebuah buku kimia milik Nafisya. Disana Nafisya juga menuliskan tentang curahan hatinya yang selalu diawali dengan  Assalamualaikum calon Imam. Semua isi surat itu tertuju untuk Alif. Bahkan di saat Alif sendiri sudah menajdi imamnya. Ternyata Nafisya sudah sejak lama mengagumi Alif. Lelaki pembaca surat Al-Kahfi dengan merdu namun Nafisya saat itu tidak tau siapa si pemilik suara.

Hingga pada akhirnya Nafisya sadar. Ia sembuh dan bisa melihat meski ia tetap menderita rabun senja. Yang tatkala hari mulai gelap, penglihatanya pun ikut gelap. Alif dan Nafisya sangat saling mencintai. Hingga pada akhirnya juga Nafisya dinyatakan hamil. Sekarang ia tidak lagi memanggil Alif calon imam. Tapi Assalamu’alaikm Imamku.

TAMAT
baca juga: Funbike dan Deklarasi Pra Hari Anti Narkoba Internasional

2 komentar:

  1. Mantap Ceritanya.. Manusia memang gak ada yang Sempurna, Tapi cinta mempersatukan Insan sehingga menjadikan sebuah kesempurnaan yang indah.. 💖💗💓

    BalasHapus

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Mengenai Saya

Foto saya
Perkenalkan, saya seorang Mahasiswa UMB prodi KPI, announcer di 104,3 radio Jazirah FM, seorang aktivis IMM, Aktivis dakwah KompaQ, serta memiliki hobi nulis dan baca. Untuk kenal lebih lanjut, Kamu bisa mengunjungi ku di Facebook: Nengsih Hariyanti Whatsapp/Telegram: 081532485541 Instagram: @nengsih_hariyanti Email: nengsihhariyanti@gmail.com Twitter: @NengsihRianty2

Biarkan Berlalu

Terlalu pahit untuk ku kenang Sepenggal kisah masa lalu kita Biar ku perlahan beranjak pulang Tinggalkan puing rasa Tak usah acuhkan...