Senin, 04 Juni 2018

Tangisan pilu wanita tua


Di ujung jalan aku melihat

Seorang wanita tua menangis di tangga

Memegang surat tanda perpisahan


Sementara di sudut rumah aku menatap

Seorang bocah kecil merengek
Meminta pelukan di punggungnya yang bungkuk


Dan diseberang jalan aku melihat

Seorang gadis kecil bermain boneka

Tertawa bahagia tanpa tau apa yang wanita tua itu rasa

Berceloteh, meloncat, berlari, kembali bermain

Samar aku dengar, cerita bahagia satu keluarga


Namun pengetahuan apa yang gadis kecil itu tau?

Surat ayahnya telah pulang

Kali ini bukan surat berisi rindu dengan sejuta cinta.

Tapi surat berisi kata berjuta duka

 
Menggores hati ibunya

Lebih perih dari sayat sembilu


Kemana cinta itu??

Tiada ku duga!

Bocah itu kian merengek

Diiringi dengan ratapan wanita tua yang pilu

Hidup ini tidak adil!

Beban derita yang dicurahkan oleh ayah dari anak-anaknya

Ohh.. tangisan wanita tua

Sungguh malang nasibmu

11 komentar:

  1. Dek neng pandai berpuisi pula rupanya.. Keren...

    BalasHapus
  2. Dek neng pandai berpuisi pula rupanya.. Keren...

    BalasHapus
  3. Bocah yang merengek diiringi ratapan wanita tua yang pilu,,hati siapa yang tak iba?

    BalasHapus
  4. Sedih puisi nya
    Luar biasa pinter juga buat puisi

    BalasHapus
  5. Dek, ayahnya meninggal ato menggugat cerai sih dek? Sedih bacanya huhuuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. antara 2 itulah mbx. Hehee.. antara cerai dan meninggal.

      Hapus

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Mengenai Saya

Foto saya
Perkenalkan, saya seorang Mahasiswa UMB prodi KPI, announcer di 104,3 radio Jazirah FM, seorang aktivis IMM, Aktivis dakwah KompaQ, serta memiliki hobi nulis dan baca. Untuk kenal lebih lanjut, Kamu bisa mengunjungi ku di Facebook: Nengsih Hariyanti Whatsapp/Telegram: 081532485541 Instagram: @nengsih_hariyanti Email: nengsihhariyanti@gmail.com Twitter: @NengsihRianty2

Biarkan Berlalu

Terlalu pahit untuk ku kenang Sepenggal kisah masa lalu kita Biar ku perlahan beranjak pulang Tinggalkan puing rasa Tak usah acuhkan...