Kamis, 29 Maret 2018

Review Novel Puan Perawan



Judul: Puan Perawan
Nama Penulis: Diska Widya Astuti
Tempat: Jl. RE. Martadinata No. 43, Pagar Dewa Kota Bengkulu
Penerbit: ELMARKAZI
Tanggal diterbitkan: Maret 2018
Keterangan edisi: Cetakan Pertama
Halaman: 147 hlm

Assalamu’alaikum teman-teman, kali ini aku bakal mereview sebuah novel yang baru-baru ini terbit. Sebuah novel karya salah satu mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
Jadi ceritanya, Waktu itu aku dikejutkan oleh teman sekelas ku, ya.. siapa lagi kalau bukan Diska Widya Astuti. Penulis buku bergenre novel ini. Ia bilang ia akan menerbitkan sebuah novel, wahhh..hebat. diam-diam ternyata ia berkarya. Dan tentu saja karya ini sangat aku apresiasi.
Novel ini menceritakan tentang ketegaran seorang gadis dalam menjalani hidupnya di rantau orang. Niat yang awalnya salah karena niat awal adalah ingin mengejar cinta yang pergi meninggalkanya. Namun akhirnya hidayah pun datang sehingga niat yang awalnya seperti itu, kemudian berubah menjadi cita ingin jadi orang yang sukses. Ingin membanggakan orang tua.
Lalu ia pun mendaftar di salah satu Universitas swasta di Kota Bengkulu dengan menempuh jalan beasiswa. Proses kuliahnya ini pun tidak bisa lepas dari peran Bang Akil. Seorang laki-laki yang ternyata akan memberi pengaruh penting dalam hidupnya. Lelaki yang sangat mencintai Juriah Jamhari atau biasa dipanggil Juju. Nama tokoh utama yang ada didalam novel ini.
Perjalanan  hidup Juriah yang begitu menyayat hati. Dipertemukan dengan orang yang salah, yang membawa ia ke dalam jalan yang menyedihkan sehingga dianggap tak lebih dari seonggok sampah. Ia diteror, diancam, dikekang, hidup di jalan, bahkan pernah tidur di wc masjid. Namun semua itu tidak memudarkan semngatnya dalam meraih mimpi yang ia dambakan.

baca juga: Review Novel Keputusan Vertikal Limit

Perjalan waktu tak selamanya begitu. Badai akan segera berlalu. Tidak ada kebahagiaan abadi dan tidak ada penderitaan yang abadi. Begitupun yang dialami jumriah. Meski sudah mendapat ujian yang begitu banyak dan bahkan pernah sedikit mengalami trauma, tapi akhirnya ia bangkit dari keterpurukan. Ia mengikuti kontes kecantikan yang mana itu merupakan awal ia berkarya dan mengharusmkan namanya sendiri. Namun bagaimana dengan Bang Akil? Kenapa meski Bang Akil sangat mencintainya dan rela memberikan apapun untuk Jumriah, Jumriah malah merasa benci kepadanya? Lalu Bagaimana juga akhirnya ia bisa kuliah sampai ke negeri dimana kerajaan Islam pernah Berjaya? Dan bagaimna juga kasus penteroran yang ia alami? Nahh.. temukan jawabanya di dalam novel ini Yaa… so, perlu banget bagimu untuk memiliki ni novel.
Novel yang sangat menarik yang dituliskan oleh seorang penulis pemula. Cukup bagus bagiku yang sudah membaca lumayan banyak jenis Novel. Ada kelebihan dan pasti ada kekurangan. Novel ini menurutku, pembahasanya kurang luas dan luwes. . Seandainya saja Diska mau menulis lebih banyak lagi, maka akan banyak hal-hal menarik yang mungkin bisa menguras emosi dalam membacanya. Buku ini bisa lebih tebal dari yang telah terbit. Begitupun juga dengan kata-kata/ kalimat didalam buku ini. Banyak kata yang tidak sesuai dengan kaidah EYD. But, Over all.. aku menyukai buku ini. Memberiku pengalaman yang sangat berarti. Seakan kisah ini adalah sebuah kisah nyata yang dialami Juriah Jamhari. Memberi kita pelajaran agar tidak selamanya terpuruk ke dalam masa lalu yang kelam. Dan bahwa apapun yang terjadi, kita harus bangkit. Meski pun dunia dan seisinya membenci kita, ingatlah Allah selalu ada untuk kita. Tangan-tangan Allah akan  membantu kita.
Sukses terus  buat Diska.. I m Approud with You, teruslah berkarya. 

17 komentar:

  1. Semangat selalu buat penulisnya!! 😇

    BalasHapus
  2. Karya pertama biasanya memang banyak kekurangannya, apalagi untuk yang baru pertama kali menyusun naskah. Aku kalau ingat-ingat lagi masa debut nerbitin buku rasanya gimana gitu, EYD kacau (untung dibenerin editor), alur kemana karakter kemana hehe. Sudah nerbitin satu harus nerbitin lagi! Semangat!!

    BalasHapus
  3. Oh aku lihat nih bukunya pas di Kelas Blogger kemarin. Salut deh sama yang konsisten nulis & nerbitin buku meski ada kekurangan di sana sini, tapi aku tau buat nulis buku itu gak gampang samsek :)

    BalasHapus
  4. Wahhh buku perdana. Nulis novel sendiri ga gampang memang ya. Makasih review-nya kak

    BalasHapus
  5. Keren nih sudah berkarya dan menerbitkan sebuah novel. Sepertinya banyak pesan moral dalam novelnya ya.

    BalasHapus
  6. ternyata di bengkulu banyak orang - orang yang sukses berkarya nerbitin buku yaa... Kereeenn..

    BalasHapus
  7. Semoga semakin banyak orang Bengkulu yang menuangkan karyanya melalui buku

    BalasHapus
  8. Diska ini yang kemarin datang acara kelas blogger ya kan. Keren deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbx.. Itu nengsih yg ajak ikut kelas. Hehee

      Hapus
  9. Mvak, review begini jadikan resensi aja, kirim ke media atau harian. Insya allah ada honornya..klo udah dimuat batu kita share di blog. Saran aja sih.. :)

    BalasHapus

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Mengenai Saya

Foto saya
Perkenalkan, saya seorang Mahasiswa UMB prodi KPI, announcer di 104,3 radio Jazirah FM, seorang aktivis IMM, Aktivis dakwah KompaQ, serta memiliki hobi nulis dan baca. Untuk kenal lebih lanjut, Kamu bisa mengunjungi ku di Facebook: Nengsih Hariyanti Whatsapp/Telegram: 081532485541 Instagram: @nengsih_hariyanti Email: nengsihhariyanti@gmail.com Twitter: @NengsihRianty2

Biarkan Berlalu

Terlalu pahit untuk ku kenang Sepenggal kisah masa lalu kita Biar ku perlahan beranjak pulang Tinggalkan puing rasa Tak usah acuhkan...