Selasa, 06 Maret 2018

Review Novel Keputusan Vertikal Limit




Judul: Keputusan Vertikal Limit
Nama Penulis: Ipeh El-Fishy
Penerbit: Kaifa Publishing
Tahun diterbitkan: 2017
Keterangan edisi: Cetakan Pertama
Halaman: 396 hlm

 “Orang memaggilku Siti, Siti Aminah. Aktifis sejati, telat lulus studi, banyak masalah di organisasi dan family, ribet urusan hati dan woles masalah profesi, bagiku yang penting happy. Secara fisik, aku sangatlah kurang. Kurang tinggi, kurang manis, kurang putih, kurang berisi, kurang segaris, pendek kata kurang cantik. Belakangan orang-orang dikampungku, juga teman-teman di kampusku dengan penuh kesadaran memfitnah aku mirip dengan Oki Setiana Dewi. Aku ikuti dengan sesuka hati”
Itu adalah quote menarik yang ku garis bawahi di novel berhalamankan 396 karya mbak Ipeh el-Fishy ini. Yang membuat aku membacanya berulang-ulang lalu ngakak. hahah
Menarik, semenarik yang nulis. Mbak Ipeh El-Fishy. Namun sejatinya cerita yang ada disini tak selucu quotes itu koq, yakin dech..
Awal novel ini launching, aku sudah tertarik dengan desain dan warna cover sampulnya. Next, lanjut order dan baca hingga tuntas. Pun tertarik dengan sepenggal cerita di belakang sampul. Keling!.. salah satu tokoh di dalam novel ini.
Cerita tentang seorang anak desa yang lugu, lalu keluar dari desa untuk menuntut ilmu, menjadi aktivis yang aktif didalam berbagai kegiatan. Ia yang kuliah di jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam tidak merasa minder atau pun menyesal pindah jurusan ini yang jumlah mahasiswanya hanya 10 orang kala itu. Persis seperti film Laskar Pelangi. Padahal sebelumnya ia mengambil jurusan Ilmu Komunikasi. Aktif berbagai organisasi juga memberi ia pengalaman yang luar biasa. Ia ditunjuk menjadi salah satu bagian dalam pers kampus. Hanya saja ia tak pernah berniat untuk ikut dalam organisasi bela diri yaitu Tapak Suci, meskipun temanya sudah berulang kali merayunya agar ikut. Namun Siti (nama gadis mungil itu) tak bergabung.

baca juga: Review Novel Puan Perawan

Waktu terus berjalan. Banyak hal yang ia alami selama diperantauan. Ia yang dapat sekamar dengan Memei, yang bernama lengkap Meycan. Gadis keturunan Melayu-Cina. Dan ternyata Meican ini adalah seorang mucikari yang sudah menjual beberapa temanya yang polos dan lugu. Tak luput, Siti juga ikut membongkar kasus besar yang meresahkan masyarakat luas. Gerbong narkoba. Bersama rekan-rekannya yang lain. Kalau aku bilang cerita mbak ini mirip-miriplah dengan novel Tere Liye yang sering aku baca. Tentang perjuangan, teka-teki, dan hal tak terduga lainya. Lalu bagaimana dengan kasus pembunuhan Kak Reko?, nasib Meycan, kisah Keling, tentang markas besar narkoba ityu, berikut perburuan besar-besaran itu? Temukan jawabannya dengan membaca novel ini nya sob..
Dan mengenai novel ini sendiri, menurut ku kertas novel ini terlalu tebal sehingga agak merasa kesulitan dalam memegangnya. Itu menutu ku. Tapi , sebenarnya itu nggak terlalu jadi masalah. Dan juga menurutku pula, agak sedikit membingungkan dengan alur ceritanya menjelang ending. Padahal disana juga adak titik klimaksnya. Ntah karena aku yang kurang focus sehingga jadi bingung atauuu..?? ehem. Mungkin akunya yang agak kliyengan.. hihii..
Pokoknya, untuk mu yang mengaku aktivis, aktivis IMM, IPM, Tapak Suci, kader Muhammadiyah, dan semua kalangan, mesti baca buku ini. Nanti kalau udah baca, kita cerita bareng yak, gimana kesimpulan akhirnya. Bagaimana ending dari Keling, Robert, Mey, Kak Reko, dll di novel ini. Hehehee
Teruslah berkarya ya mbak ku sayang. Salah satu motivatorku.. do’akan suatu saat nanti aku juga bisa menulis novel yang menginspirasi juga seperti mu. Aamiin..

14 komentar:

  1. hihi, telat lulus itu lho

    jadi ingat aku yang dulu juga lulusnya ga on time :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Yg penting kan sekrng udah lulus mbc. Hehee

      Hapus
    3. iya, alhamdulillah lulus juga hahahaaa

      Hapus
  2. wehh,, ngeri-ngeri sedap juga tentang pembongkaran gembong narkoba.. nanti coba cari ah,, TFS yakk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru yaaa kyak petualangan gitu. Thanks for sharing mbak..

      Hapus
    2. iya mbx. heheee..mari din order bukunya mbx..;-)

      Hapus
  3. Aamiin. Semoga terwujud ya mbak

    BalasHapus
  4. Wah.. bukunya kayaknya keren ya kak, aku penasaran nih pingin baca juga.. hehe

    BalasHapus
  5. Makasih neng, insha Allah ini trilogi ya,

    BalasHapus

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Mengenai Saya

Foto saya
Perkenalkan, saya seorang Mahasiswa UMB prodi KPI, announcer di 104,3 radio Jazirah FM, seorang aktivis IMM, Aktivis dakwah KompaQ, serta memiliki hobi nulis dan baca. Untuk kenal lebih lanjut, Kamu bisa mengunjungi ku di Facebook: Nengsih Hariyanti Whatsapp/Telegram: 081532485541 Instagram: @nengsih_hariyanti Email: nengsihhariyanti@gmail.com Twitter: @NengsihRianty2

Biarkan Berlalu

Terlalu pahit untuk ku kenang Sepenggal kisah masa lalu kita Biar ku perlahan beranjak pulang Tinggalkan puing rasa Tak usah acuhkan...