Selasa, 27 Februari 2018

Sinopsis Novel Rembulan tenggelam di Wajahmu

Rembulan Tenggelam di Wajahmu

 Ini salah satu novel hebat karya Tere Liye. Menggunakan alur mundur yang terkadang penuh teka-teki, Penuh rahasia, hal-hal yang tak terduga, hal-hal yang menjadi misteri dan tanda tanya besar. Semua berangkai.
Lelaki tua umur 60 itu terbaring di rumah sakit. Ditemani oleh lelaki dengan “Wajah Menyenangkan” yang siap menjawab 5 pertanyaanya selama ini. Tentang ketidakadilan Tuhan.
Namanya Ray,
bocah berumur 6 tahun yang hidup di salah satu panti asuhan di kota. Sama seperti penghuni lainya, ia tak tau siapa orang tua nya. Siapa keluarganya. Nasib mereka sama. Hanya saja yang membuat beda adalah watak para penghuni panti. Watak anak-anak tak berdosa itu.
Pemilik panti itu. Begitu keras mendidik mereka. Pemilik panti yang “sok suci” itu kata Ray. Megemis kepada Donatur untuk membiayai semua keperluan panti. Tapi faktanya, donasi dari para donator malah di simpan, dimakanya sendiri untuk modal dia naik haji. Ambisi untuk naik haji. Hanya istri si lelaki “sok suci” itu yang sedikit membuat mereka nyaman. Karena perhatian istri pemilik panti itu yang diam-diam memberi mereka makan yang lebih dengan lauk ikan. Yang mengajari mereka membaca.
Tak jarang penghuni panti mendapat cambukan keras dari lelaki “sok suci” itu karena melanggar aturan. Ataupun kalau hasil mengamen mereka tidak disetorkan. Dimarahi, di umpat, bahkan di sumpah serapah. Semua anak-anak polos itu tunduk dan patuh kepadanya kecuali Ray. Ray sedikit berbeda. Ia cerdas, memberontak, sering melawan, dan diam-diam mencuri celengan. Hingga pada klimaksnya ia memutuskan untuk kabur dari panti, lalu menjadi pencuri. Dan hasil curian di jadikan untuk taruhan judi. Yaaa.. Ray kecil menjadi penjudi yang handal.
Hingga pada suatu ketika, sahabatnya, Diar, menemuinya ketika ia juga sedang mengamen di bus. Ia lihat Ray. Dan meminta Ray untuk pulang lagi ke “rumah” mereka. Tapi Ray menolak.
Suatu ketika Ray berusaha mencuri dompet yang masih dalam kantong celana seorang preman yang sedang mandi di dalam bus, Diar ada disitu. Dan Diar sudah berusaha menghentikan Ray. Tapi Diar tak di gubris. Ray ketahuan. Kabur. Diar mengejar tapi tak ketemu. Sang preman itu  tidak tau kalau Ray yang mencuri celana dan dompetnya. Yang ia lihat adalah Diar di situ. Diar tertuduh. Di gebuk, di hakimi sendiri tanpa Diar mampu berkata apapun untuk menjelaskan semuanya. Diar terluka parah. Di bawa ke Rumah sakit, dan meninggal. Dan sepeninggalanya itu membuat sang pemilik panti “sok suci” itu sadar akan kekeliruanya selama ini.
Dan Ray setelah mencuri dompet itu, ia berjudi lagi. Ia menang dengan taruhan yang besar. Sayangnya orang-orang licik yang kalah judi sudah berstaregi untuk membunuhnya. Ray di buat mabuk. Pulang sendiri tak sadar diri tengah malam. Tengah malam itulah ia tusuk berkali-kali di bagian perutnya. Ia segera dibawa ke rumah sakit. Tepat berdampingan disebelah Diar yang waktu itu sedang sekarat.
Ray, dilarikan ke tempat yang jauh Karena ginjal nya parah bekas tusukan. Untuk menembus kesalahan, Pemilik panti “sok suci” itu  membayar semua biayai perobatan rumah sakit Ray dengan uang tabunganya selama ini untuk naik haji.
Ray terlempar jauh. Waktu membawanya ke dalam Rumah Singgah yang di asuh Bang Ape. Disini ia memiliki keluarga baru. Tak dibentak, dicambuk, dicaci, dll.. ia benar-benar nyaman di tempat ini. Memiliki kegiatan baru dengan sekolah nonformal di kelurahan.
Namun, hidup sudah mengajarinya dengan penuh kekerasan. Ia juga memutuskan untuk pergi dari rumah singgah ini karena tidak sefaham dengan bang Ape. Ia berkelahi dengan gerbong preman karena  membela salah satu keluarga di rumah singgah. Ini menyebabkan berbuntut panjang. Rumah singgah itu jadi bulan-bulanan preman. Siapapun yang berbau rumah singgah, akan di hajar oleh preman yang menjadi lawan Ray.
Setelah kabur dari rumah singgah, Ray memutuskan untuk kembali mengamen. Ray memiliki kebiasaan menatap rembulan dari atap tinggi. Ntahlah.. setiap kali ia menatap rembulan, ia merasa memiliki kedamaian disana. Meski banyak hal yang tuntut kepada Tuhan, kenapa Tuhan tidak adil?? Mengapa hidupnya jadi seperti itu? Tidak memiliki kedua orang tua, tinggal di panti terkutuk itu selama 16 tahun, dll.. namun, tanpa ia sadar ada 1 yang membuat ia yakin dengan Than. Yaitu tentang penciptaan Rembulan. setiap kali ia menatap rembulan, ia merasa tenang, damai.
hingga pada suatu masa, ketika ia turun dari tiang listrik yang tinggi setelah menatap rembulan, ia diperhatikan oleh seorang warga baru. Seorang laki-laki berumur 45 tahun. Namanya Plee. Mereka berteman bahkan bersahabat. Dan ternyata Plee adalah seorang pencuri besar. Ray diajak bergabung denganya karena ia melihat Ray memiliki “bakat” yang besar. Malam itu Ray dan Plee berencana untuk mencuri berlian seribu karat dari suatu bangunan yang di jaga ketat. Berlian itu bernilai Milyaran rupiah. Namun misi itu gagal. Ada beberapa taktik Plee yang tidak sesuai hitungan. Plee tertangkap sementara Ray bebas karena Plee menyembunyikan Ray di kamar rahasia mereka.
Plee setelah 6 bulan di penjara akhirnya di vonis hukuman mati. Semua berita tersebar dimana-mana. Ray bahkan tidak berani menonton berita itu. Apalagi datang menjenguk Plee. Ia terlalu takut nanti namanya juga akan disebut Plee ketika ia ke kantor polisi jenguk Plee.
Lalu Ray beranjak dari kota itu untuk menghapus semua jejak masa lalunya. Ia ingin melupakan semua. Ray menjadi seorang Tukang bangunan. Namun, ia bekerja dengan sangat baik. Ia cekatan, bekerja dengan sempurna. Lalu ia di angkat menjadi mandor. Kebiasaan lamanya tidak hilang. Ia masih saja suka menatap rembulan dari gedung paling atas. Hingga suatu malam temannya, Jo melihat seorang wanita yang cantik, manis, dan punya lesung pipi. Sebelumnya Ray sudah pernah bertemu dengan wanita itu ketika di rumah makan. Sejak pandangan pertama Ray sudah terpesona. Dan kini Ray melihatnya lagi. Singkat cerita Ray dan gadis bernama Fitri itu menikah. Ray benar-benar bahagia dengan istrinya. Karirnya pun kian melejit. Dan bisnis pudding pisang istrinya juga melejit. Sudah memiliki 4 cabang toko pudding pisang. Lalu istrinya hamil. Kebahagiaan Ray benar-benar terasa lengkap sekarang.
Namun, lagi-lagi hidup menghantarkan Ray ke zona yang tak diinginkan lagi. Istri Ray keguguran. 3 tahun berlalu setelah keguguran itu, akhirnya istri Ray hamil kembali. Kali ini Ray lebih berhati-hati lagi. Ia benar-benar menjaga istrinya. Tidak ingin terjadi kesalahan yang kedua kali. Ia berangkat lebih siang dan pulang lebih awal. Semua pekerjaan dapur bahkan ia yang atasi. Istrinya disuruh bersantai-santai. Namun lagi-lagi istrinya pendarahan. Ia keguguran lagi. Bahkan istrinya yang penurut, yang baik hati. Setia dan selalu berbakti kepada suaminya itu juga meninggal. 8 tahun dalam kebahagiaan, Ray kembali kedalam kekosongan. Kembali ia mengutuk Tuhan. Begitu waktu singkat memutar arah. ,mengembalikan lagi ia ke zona sebelum ia menikah. Ia kembali ke dalam nestapa. Merindukan istrinya. Hidup baginya hanyalah sekali. Mati juga sekali, maka jatuh cintapun juga sekali.
Ia kembali ke rumah kontrakanya dulu sebelum ia ketemu Plee. Ia bertemu dengan ibu kontrakanya dahulu yang memberikan ia sebuah surat dari Plee. Surat yang sudah dibaca oleh ibu kontrakan tersebut namun ia tak tahu apa maknanya. Lalu Ray masuk ke dalam gentong air yang dalam. Mengambil berlian seribu karat yang dulu dicurinya berdarah-darah dengan Plee. Ia kembali membangun relasi bisnis. Dan bisnisnya menggurita sampai ke luar negeri. Menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, menyikirkan para pebisnis licik.
Namun meskinya memiliki kekayaan berlimpah, hatinya tetap merasa kosong. Hampa. Ia kembali ke tempat ia dan istrinya dulu tinggal. Ia pergi ke kuburan istrinya. Ternyata bersih. Si Anggrek putih dari Timur yang membersihkan makam tersebut. Vin si cucu Koh Cheu. Rekan bisnis Ray. Koh Cheu sangat baik. Dan Vin ternyata jatuh cinta sama Ray meski ia tau Ray tidak akan pernah mencintainya.
Hingga kembali ke masa dimana perusahaan Ray bangkrut. Ia telah ditipu oleh pengusaha Cina. Padahl 2/4 kekayaanya sudah ia gadaikan. Vin lalu nekat menelpon kakeknya agar menyelamatkan Ray yang bangkrut. Perusahaanya tertolong.
Dan kini Ray, lelaki berumur 60 tahun itu terbaring di rumah sakit. Ia telah tua dengan berbagai penyakit yang ia derita. Perusahaanya telah ia serahkan ke orang-orang terpercayanya. Ray terbaring mengenang semua masa-lalu itu ditemani oleh “seseorang dengan wajah menyenangkan”. Tidak tau siapa namanya.
“Seseorang dengan wajah menyenangkan” itu menjawab semua pertanyaan Ray. Tentang Tuhan yang tidak adil. Padahal sesungguhnya Tuhan itu Maha Adil.
Ray tidak tahu bahwa si Pemilik panti yang “sok suci” itu telah bertaubat dan tidak jadi naik haji karena membiayai semua pengobatanya di luar kota. Ia tidak tau bahwa Diar telah meninggal disebebkan olehnya. Ia tidak tau bahwa kak Ape dan semua keluarganya di rumah singgah mencarinya kemana-mana. Sesungguhnya Tuhan itu Adil. Koran kuning yang selalu Ray pegang, yang ia curi di laci pemilik panti “sok suci” itu, yang berisi berita tentang kebakaran, terjawab sudah oleh “seseorang dengan wajah menyenangkan”. Orang tua Ray meninggal karena kebakaran besar yang membakar kompleks perumahan keluarga Ray. Menghabiskan semua penghuni komplek tesebut. Yang meninggalkan tulang-tulang manusia yang gosong.
Dan begitu Ray terkejut bahwa pelakunya adalah Plee. Plee pun telah di tipu oleh dalang dari pembakaran itu. Bahwa sebelum kebakaran itu terjadi, maka akan ada orang-orang yang diutus untuk membangunkan penduduk. Namun  buktinya tidak ada. Plee bersama 1 rekan kerjanya yang membakar rumah tersebut. Akan tetapi teman Plee meninggal karena membantu menyelamatkan seorang anak kecil di dalam gendongan seorang Ibu. Ibunya tak terselamatkan. Ketika teman Plee berusaha turun dari tangga untuk menyelamatkan bocah kecil yang tak berdosa, ia terjatuh dan tertancap pada sebilah bambu. sedangkan anak itu masih sempat ia masukan dalam ember dan dihanyutkan ke dalam siring lalu ditemukan oleh pemilik salah satu panti asuhan. Bocah itu adalah Ray. Tepatnya Rehan.
Dan lelaki yang tertancap sebilah bambu tersebut meninggalkan istrinya yang sdang hamil besar. Istrinya menunggu. Ia tidak tau apa pekerjaan suaminya. Yang ia tau suaminya selalu berangkat kerja pagi ke kantor dengan rapi. Setelah melahirkan akhirnya wanita malang itu meninggal karena tidak sanggup juga menahan derita. Dan anak yang dilahirkanya itu berjenis kelamin perempuan. Menjadi yatim piatu sama seperti Ray. Tahukah siapa bayi perempuan itu? Dia adalah Fitri. Istri Ray yang setia yang kini telah meninggal.
Dan Plee juga sudah menebus dosanya dengan menyelamtkan Ray dari polisi ketika kasus pencurian berlian seribu karat itu. Ia mengaku mengerjakanya sendiri tanpa ada orang lain. Ia tahu bahwa Ray adalah salah satu korban kebakaran itu karena melihat Koran kuning yang selalu Ray pegang. Dan ia menebus dosanya dengan hukuman mati.
Dan Siapakah Dalang di balik pembakaran besar-besaran demi kepentingan bisnis tersebut?? Ia adalah Koh Cheu. Dan telah menebus kesalahanya pada Ray dengan membayar semua hutang-hutangnya Ray. Ia juga terkena karma karena anak tunggalnya meninggal dalam insiden kecelakaan pesawat. Yang tinggal hanyalah cucu satu-satunya. Yaitu Vin, Anggrek putih dari Timur.
Bagaimana dengan Vin?? Ia meninggal karena sakit. Sakit menahan cintanya kepada Ray. Ia tinggal sendiri dalam rumah besar itu tanpa ada yang menemani.
Sekarang Ray di ajak oleh seseorang dengan wajah menyenangkan itu melihat ke sebuah panti. Seorang anak bernama Rinai. Rinai adalah korban dari Ray. Ketika itu ketika Ray mendapat kabar Vin di bawa ke rumah sakit, ia mebawa mobilnya dengan ngebut. Lalu ketika ia sadar bahwa ia akan melewati panti yang sangat dibencinya dulu itu, ia segera mengerem mendadak dan memutar arah. Ray tak tau bahwa orang yang mengendarai mobil di belakng Rai itu melaju dengan cepat juga dan tak terkendali. Lalu menabrak. Suami istri itu meninggal sementara istrinya sedang hamil besar. Bayi di dalam perut bayi itu adalah Rinai yang sekarang sedang memeluk boneka pandanya. Tinggal dipanti sama seperti Ray dahulu. Rinai lahir dari perut ibunya yang sudah menjadi bangkai.
Sekarang Ray tersadar dan mengerti semuanya. Meski ia tak percaya tapi itulah kenyataanya. Dada Ray terasa sesak. Ada juga penyesalan disana. Lelaki dengan wajah menyenangkan itu berkata “ Selamat tinggal, Ray. Kau akan punya waktu lima hari untuk memperbaiki segalanya. Kau akan kembali sehat. Menyiapkan bekal perjalanan jauh. Aku sudah menjawab seluruh pertanyaanmu. Lima pertanyaan. Lima Jawaban. K-e-m-b-a-l-i-l-a-h!”

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Mengenai Saya

Foto saya
Perkenalkan, saya seorang Mahasiswa UMB prodi KPI, announcer di 104,3 radio Jazirah FM, seorang aktivis IMM, Aktivis dakwah KompaQ, serta memiliki hobi nulis dan baca. Untuk kenal lebih lanjut, Kamu bisa mengunjungi ku di Facebook: Nengsih Hariyanti Whatsapp/Telegram: 081532485541 Instagram: @nengsih_hariyanti Email: nengsihhariyanti@gmail.com Twitter: @NengsihRianty2

Biarkan Berlalu

Terlalu pahit untuk ku kenang Sepenggal kisah masa lalu kita Biar ku perlahan beranjak pulang Tinggalkan puing rasa Tak usah acuhkan...