Selasa, 27 Februari 2018

Review buku Personality Plus



Assalamu’alaikum wr.wb
Buku Personality Plus
“Kita menarik kesimpulan bahwa Tuhan tidak membuat kita semua sama. Kita masing-masing unik. Orang bijaksana mengatakan kepada kita bahwa kita harus menyelidiki diri kita dan menemukan anugerah apa yang diberikan Tuhan kepada kita dan kelemahan apa yang diinginkan Tuhan  agar kita atasi dengan kehendak kita dan kekuasaan-Nya”
Itu adalah salah satu kutipan dari buku Personality Plus karya Florence Littauer, buku yang wajib anda baca.
Di dalam buku ini dijelaskan tentang
kita menyadari bagaimana kepribadian kita serta bagaimana kepribadian orang main sehingga kita bisa menyikapi hidup dengan sifat manusianya yang beragam. Personality plus ini membuka mindset kita agar bisa memahami orang lain dengan memahami diri kita sendiri terlebih dahulu.
Buku ini adalah buku Ilmiah pertama yang saya baca. Dituliskan oleh orang asing dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Saya membeli buku ini di internet dan atas rekomendasi dari salah satu rekan saya di asrama.
Jujur saya yang awalnya tidak mengerti dengan beragam sifat manusia, sekarang saya jadi faham. Dulu yang saya tau adalah sifat manusia itu ada yang keras, lembut, pemarah, sabar, ramah, dll. Dan itu hanya ada pada individu tertentu saja. Padahal tidak! lebih dari itu, Sifat manusia dikelompokkan ke dalam 4 kelompok. Ada yang Sanguinis yang Populer,  Melankolis yang Sempurna, Koleris yang Kuat, dan Plegmatis yang Damai.
Setiap individu, memiliki 2 sifat utama yang menonjol di dirinya. Namun sebenarnya, semua sifat ini ada dalam diri manusia. Hanya saja tergantung diri itu sendiri menempatkan sifatnya pada posisi yang mana dalam menghadapi keadaan.
Mengetahui kepribadian kita dan orang lain sangat penting sekali. Karena jika kita salah dalam memahami kepribadian orang lain apalagi diri kita sendiri, maka itu akan menjadi “masalah”. Misalkan saja seorang lelaki yang memiliki watak koleris yang kuat lalu menikah dengan wanita yang juga memiliki watak koleris yang kuat, maka bisa dipastikan rumah tangganya akan bermasalah. Karena mereka sama-sama memiliki watak yang keras dan memiliki kelemahan yang sama. Sehingga sulit untuk saling melengkapi. Oleh karena itulah kita perlu mengetahui kepribadian diri kita dan orang lain. Orang yang memiliki watak koleris yang kuat maka ia cocok bila berpasangan dengan melankolis yang sempurna. Begitupun seorang Sanguinis yang popular, dia cocok dengan Plegmatis yang damai , dst..
Oleh karena itu kita perlu membaca buku ini. Biar kita tau bagaimana watak orang, dan tidak memaksakan orang lain agar ia menjadi seperti yang kita inginkan. Seperti kutipan yang saya katakan diawal tadi, bahwa setiap kita memiliki kepribadian yang unik. Kita memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang semua itu menjadi begitu sempurna dengan saling memahami, saling mengerti dan tentunya saling melengkapi.
Semoga sedikit penilaian saya terhadap buku ini bisa membuat teman-teman lebih tertarik lagi untuk memiliki buku ini. Aamiin..
Wassala’alaikum wr.wb

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Mengenai Saya

Foto saya
Perkenalkan, saya seorang Mahasiswa UMB prodi KPI, announcer di 104,3 radio Jazirah FM, seorang aktivis IMM, Aktivis dakwah KompaQ, serta memiliki hobi nulis dan baca. Untuk kenal lebih lanjut, Kamu bisa mengunjungi ku di Facebook: Nengsih Hariyanti Whatsapp/Telegram: 081532485541 Instagram: @nengsih_hariyanti Email: nengsihhariyanti@gmail.com Twitter: @NengsihRianty2

Biarkan Berlalu

Terlalu pahit untuk ku kenang Sepenggal kisah masa lalu kita Biar ku perlahan beranjak pulang Tinggalkan puing rasa Tak usah acuhkan...