Latest News

Ringkasan ceramah Ustadz Zulkifli Muhammad Ali dengan tema: Perkembangan Zaman Milenial Menuju Hari Akhir


Assalamualaikum teman-teman, aku mau share sedikit ringkasan ilmu yang kita dapatkan di hari ini.  Semogai i bermanfaat yaa.. Untuk yang hadir di tabligh ini,  semoga kembali ingat.  Dan bagi yang tidak hadir,  semoga bermamfaat.  Ringkasan aku ini juga nggak terlalu komplit.  Aku hanya mencatat semampu aku bisa catat dan telaah saja.  Mencatat apa yang Ustadz sampaikan. 
Pamflet Tabligh 

Calon pengikut Dajjal:

1. Seluruh Yahudi
2. LGBT
3. Seluruh orang munafik. (Ciri khasnya: Malas Sholat Isya dan Subuh di masjid) 
4. Seluruh setan dari bangsa jin
5. Kebanyakan kaum wanita
6.Manusia hobi maksiat (zina, narkoba,  pamer aurat, dll) 
7. Kelompok Khawarij (kelompok yang mengklaim dirinya yang paling benar.  Selain mereka kafir) 
8. Seluruh sekte-sekte sesat yang mengaku Islam (Syi'ah, Murjiah, Islam Nusantara, dll)

Cara selamat dari Dajjal:

1. Pastikan memiliki Akidah yang kokoh,  iman yang benar,  tauhid yang lurus. (Dengan cara Belajar) 

2. Fanatiklah terhadap Al-Qur'an dan As-Sunah. 

3. Larilah ke dua kota yang tidak akan dimasuki oleh Dajjal (Makkah dan Madinah), khusus untuk daerah-daerah yang berdekatan dengan kedua kota ini.  Dan untuk yang jauh dari dua kota ini, bisa ngikuti cara ke empat. 

4. Masuklah ke dalam rumah. Tutup pintu,  jendela, baca surat Al-Kahfi.

5. Hafalkan 10 ayat pertama atau 10 ayat terakhir dari surat Al-Kahfi. 

6. Setiap selesai tahiyat Akhir, sebelum Assalamualaikum,  baca do'a "Allahumma inni audzubika min adzaabil jahannam, waminadzabil kabri, wamin fitnatil mahya wal maa maati, wamin syarri fitnati masiihiddajjal".

Baca juga: Akhir Zaman

7. Jika tertangkap oleh dajjal/bala tentara dajjal, baca dulu al-kahfi sehingga sihirnya tidak tembus. Lalu pilih apinya dajjal.  Jangan masukan kaki/tangan dulu ke dalam api dajjal. Tpi dahulukan kepala. Maka kita akan merasakan api itu sejuk. Lalu hiruplah. Kemudian masukan seluruh badan. Maka tidak akan merasakan panas.  Dan shahidlah kita. 

8. Perbanyak do'a-do'a ketika dalam keadaan lapang. 

Suasana usai Tabligh 

Semoga kita semua bisa menjalankan cara-cara agar selamat dari dajjal sehingga dijauhkan dari Fitnah Dajjal. Karena kedatangan Dajjal sudah semakin dekat.  Aamiin Ya Rabbal Alamiin.. 



Semoga bermanfaat, dan maaf atas segala kekurangan dalam ringkasan ini. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.. 

Peluncuran 4 Program Digital Pemkot Bengkulu


Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh..

Apa kabar ni teman-teman?  Selalu sehat kan??  

Oya, kali ini aku mau cerita tentang agenda kita kemaren pagi nich.  Yaitu menghadiri acara peluncuran 4 Program Digital dari Pemerintah Kota Bengkulu. Keren yaaa.. Bengkulu sekarang makin maju dan berbenah saja.

Keempat program yang diluncurkan di Kantor Dinas Pariwisata Kota Bengkulu itu adalah Monitoring Center, Aplikasi Hidayah (HD) City dan Harapan Dan Doa (HD) Oto, Program Wifi g
Gratis, serta Ambulance Gratis Online

Peluncuran dilakukan langsung oleh Wakil Walikota Bengkulu yaitu Dedy Wahyudi.

Dalam sambutanya ni teman-teman,  pak Dedy menyampaikan penyediaan fasilitas tersebut adalah salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat Kota Bengkulu sesuai dengan amanat UU 25/2009 tentang Pelayanan Publik. 

Sambutan Bapak Wali Kota

Beliau berharap ruang Monitoring Center  mampu berkontribusi besar dalam perkembangan pembangunan di Kota Bengkulu.

Sementara untuk aplikasi HD City, secara umum diharapkan dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat Kota Bengkulu dan tamu-tamu yang datang ke Kota Bengkulu khususnya. 

Sedangkan pada aplikasi HD Oto yang terintegrasi pada layanan ambulans gratis diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan layanan ambulans gratis. 

Jadi bagi masyarakat yang kurang mampu, adanya layanan ambulans gratis ini akan sangat membantu ya teman-teman.

Bukan hanya itu ni teman-teman,   Pemkot Bengkulu juga memasang wifi gratis di tiga titik lokasi dalam Kota Bengkulu.

Lokasi wifi dimana saja??  

Sekarang, wifi gratis sudah dipasang di 3 titik lokasi. Untuk tahun 2019 akan dilanjutkan di 10 titik di area publik di setiap kecamatan dalam wilayah Kota Bengkulu. Kita bebas mengakses wifi gratis ini selama 24 jam.


Lokasi wifi gratisnya ada di Taman Smart City Simpang Lima, Taman Nusa Indah, serta Taman Monitoring Center.

Bagi yang suka nongkrong di Taman Nusa Indah dan di Smart City,  pas banget ni ada layanan wifi gratis.  Ajibbb.. Namun tetap gunakan wifi gratisnya secara bijak yaa..

Selain itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Bengkulu,  Bapak Medy Pebriansyah sebelumnya juga menerangkan Monitoring Center akan digunakan untuk pemantauan cctv dalam wilayah Kota Bengkulu. 

Ruang pemantauan terhubung dengan 33 unit cctv yang sudah terpasang dalam 3 jalur dalam Kota Bengkulu.

Trus jalur cctv ini dimana aja??

a. Koridor I, berlokasi di Pantai Jakat, Pantai Panjang, Lingkar Barat dan Pagar Dewa. 
b. Koridor II, berlokasi di Kampung Cina, Simpang Jamik Jl. Suprapto, Simpang Lima, Padang Jati.
c. Koridor III, berlokasi di Kampung Bali, Suka Merindu. 

Sebenarnya, pembangunan jaringan cctv ini sudah dimulai sejak  2017 dan sudah terkoneksi dengan Command Center Polda dan Command Center Polres Kota Bengkulu.

Kedepannya akan dilakukan penambahan unit dan jaringan cctv dalam Kota Bengkulu, serta pembangunan Command Center pemerintah Kota Bengkulu dengan fasilitas dan kemampuan yang lebih canggih dan modern lagi.

Hayoo.. Yang sukanya main terobas aja kudu hati-hati yaa.. Tercyduk cctv ntar. Hehee

Fungsi HD City dan HD Oto apa yaa ??

Keduanya ini berfungsi untuk menampilkan informasi umum tentang Kota Bengkulu yang berisi informasi gambaran Kota Bengkulu yang meliputi wilayah, pemerintahan, info lokasi-lokasi penting , termasuk obyek wisata unggulan serta hotel dan restoran yang direkomendasikan dalam wilayah Kota Bengkulu. 

Dalam aplikasi ini juga terdapat menu untuk cityzen report atau pelaporan masyarakat.

Pak Kadis juga mengungkapkan makna dari Hidayah City ini adalah agar Kota Bengkulu menjadi kota yang selalu mendapat bimbingan dan petunjuk dari Allah SWT, sehingga diharapkan menuju kota yang penuh keberkahan, aman tenteram, sejahtera, bahagia dan religius. Masyallah. Aamiin ya teman-teman.  Kita do'akan bersama.

Untuk aplikasi HD Oto diharapkan memudahkan masyarakat yang butuh ambulans apabila terjadi peristiwa kecelakaan, mengantar pasien ke fasilitas kesehatan maupun untuk pemakaman, dan saat ini sudah tersedia 21 ambulans.

Aplikasi HD city dan HD oto ini bisa di download di play store atau apps store ya teman-teman. Coba download dech.. Siapa tau suatu saat kita membutuhkannya.

Seluruh fasilitas, sarana, dan program yang diresmikan dan luncurkan pada hari Rabu,  19 Desember 2018 kemaren, merupakan bagian dari upaya bapak walikota, bapak wakil walikota, dan pemerintah kota bengkulu untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Untuk menciptakan rasa aman, tentram dan nyaman bagi masyarakat serta memberikan kemudahan akses bagi masyarakat.

So, yuk teman-teman kita mamfaatkan semja fasilitas yang sudah disediakan oleh Pemkot Bengkulu secara bijak yaa.. Dan kita do'akan semoga semua program ini berjalan dengan baik,  lancar, makin membantu masyarakat dan makin maju pastinya.  Aamiin..

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

#LaunchingMonitoringCenter
#HDCity
#HDOTO
#BanggaKotaBengkulu
#PrestasiPemkotBengkulu


Kisah Berganti


Selamat pagi Tuan, 
Hari ini aku menyapa.
Barangkali ini sapaan terakhir ku.
Tak lagi ku menatap senja, dengan bayangan wajahmu di pelupuk mata

Tuan.. Engkau hadir lalu menghilang
Lalu kembali hadir untuk kemudian menghilang lagi
Lucunya dirimu!
Memancing tanpa umpan.

Tenanglah.. Senjaku telah berganti pagi
Dan kisahku telah berganti

Mengembun


Ada sesuatu yang tak mungkin mampu terucap oleh kata.
Aku benci..  Aku benci keadaan ini.
Menahan tangis sendiri
Terisak sendiri.
Tak mampu cerita kepada siapapun

Emosi sesaat.  Aku tau itu.
Tapi ini bukan kali pertama
Aku lelah sembunyi dalam mata yang mengembun.

Aku begitu lemah

Ingin rasa aku teriak.
Aku sudah menahan diri
Meski dengan jiwa yang begitu tergoncang.

Hanya air mata yang terus meleleh

Bukakan hidayah untuknya

Apa Kabar Kawan?


Apa kabar kawan?  Sudah lama kita tak jumpa

Apa kabar kawan?  Sudah lama tak melukis tawa

Apa kabar kawan?  Aku rindu saat kita bersama

Apa kabar kawan? Lihatlah awan di angkasa raya. Sudah lama kita tak bertatap muka.

Kawan??  Aku rindu.. Saat kisah hanya cerita tentang kita.

Biarkan Berlalu


Terlalu pahit untuk ku kenang
Sepenggal kisah masa lalu kita
Biar ku perlahan beranjak pulang
Tinggalkan puing rasa

Tak usah acuhkan aku
Biarkan daku disini
Menata hati dalam sepi
Membenah diri dalam sunyi

Pergilah dengan duniamu
Dan biarkan aku akan duniaku
Aku ingin semua berlalu

Tak ku butuh sajak rindu
yang kian mengelabui kalbu
Kau hanyalah kenangan cerita dulu
Bagian masa lalu

Hujan di Bulan November


Selamat datang hujan

Hujan yang akan kembali 
membuka cerita cinta

Lalu perlahan menghapus 
semua jejak suram kisah masa duka

Hujan awal november ... 
dimana kita pernah saling lempar ember

Tertawa bahagia tanpa jeda.
Hingga kini aku masih belum mampu melupamelupa

Kau dan aku yang sempat menjadi kita

Pulanglah


Pulanglah.. 
Belum puas kah kau melalang Buana?
Berpindah dari 1 hati ke hati yang lain?
Berpindah dari 1 pulau menuju pulau yang lain?
Masih sempitkah dunia ini untuk kau jelajah?

Pulanglah..
Jangan buat aku menangis karna menunggu
Menunggumu yang tak kunjung datang
Harus pakai cara apa aku memanggilmu jika do'a masih belum mampu??
Sesuatu yang akan Indah pada waktunya.

Hujan Sore Ini



Tuan, lihatlah . .
Sore ini,  hujan kembali turun
Beriringan dengan sebuah harap
Harap akan hadirmu,
Untuk temani sepiku
Beriring tembusi hujan
Dalam euforia kegembiraan


Baca juga: Fatamorgana

Tuan, Hujan sore ini kembali turun
Membasahi jalanan berdebu
Pun hatiku yang telah lama merindu

Tuan, kapankah masa itu datang?
Dimana kau temaniku
Berdiri berani di bawah derasnya
Mengucap syukur akan Sang Maha Cinta
Yang telah menyatukan kita.

Tuan hujan sore ini
Bersua dalam sekeping hati
Dari lubuk sanubari yang terus menanti
Bersama mentari sore yang menyinari seluruh sisi

Aku mendo'akanmu disini
Mungkinkah kita kan sama berdiri?
Dalam naungan Ridho ilahi

Diaryku

Sejak saat itu engkau menghilang

Menyisakan sedikit cinta dan luka yang seiring datang.

Ntah kapan aku akan melihatmu lagi

Mengukir indahnya senyum beserta tawa gurihnya yang menggoda.

Ini salah ku. Tak harusnya aku ungkapkan rasa disaat ia sedang berputus asa.


Diaryku..

salahkah jika aku miliki rasa ini?

salahkan aku mencintai?

Kau pikat aku dengan pesonamu

Kau beri angin segar disaat angin kematian kurasa menghembus menusuk jiwa
Diaryku

Engkau pergi tak tau rimba

Mencoba hapus jejak daku yang termangu sepi

menyesali dibawah lengkungan indah pelangi

Andai aku bisa, aku ingin mengulang waktu

Perjuangan Terindah

Palang itu berdiri tegap menyapa

Selamat datang di dunia barumu!!

Selamat tinggal dari dunia nyamanmu!!

Selamat jalan kisah huru hara mu!!


Aku masih belum percaya aku akan hadir disini

Menyambut mimpi kecil yang dulu sempat mampir di sanubari

Lalu menghilang dengan tiadanya jalan untuk meraih mimpi


Sekarang aku berdiri disini

Menatap tulisan di palang itu lamat-lamat

Akan banyak hari yang aku lewati disini

Akan banyak kisah yang aku tinggalkan disini

Dan akan banyak cerita yang aku korbankan demi sebuah palang ini


Bukan tentang cinta bukan tentang benci

Ini tentang perjuangan.

Sebuah perjuangan yang paling indah

Peperangan tanpa lawan melainkan diri sendiri


Aku hanya takut tak mampu memegangmu erat

Tatkala kuraih kau dengan genggaman nekat

Apakah ini peluang yang bersanding dalam kata kesempatan?

Aku berazzam!!


Sekali kau ku genggam erat,

Takkan ku lepas meski hanya sedikit pun

Kau akan menjadi cinta terindahku

Ayat-ayat cinta terindah dari Rabb-ku


Maa fii qolbi Ghairullah

Bantu aku dalam memegang hal yang besar ini

Dia yang akan menghantarkanku ke surga

Atau malah menyeretku ke neraka

Aku takut!!

Apa kabar tuan?

Tuan apa kabar mu?
Masihkah kau ingat aku?
Aku yang dulu kau tinggal ketika hampir kau gapai
Hatiku yang pernah kau buat luluh
Namun kemudian lantak manakala sudah dititipkan kepadamu

Tuan?  Apa kau sehat-sehat saja?
Masih kah kau sama seperti dulu?

Maaf tuan,  aku hanya sekadar ingin menyapa.
Barangkali ada asa yg tersisa
Meski kau tak lagi ada dalam do'a
Telah Hilang dimakan masa
Dan kau hanya bagian dari kisah lama

Untuk mu, aku rindu..

Untuk mu tulang punggung di masa depanku,
Tau kah kamu aku rindu?
Iya,  aku sungguh merindukanmu.
Namun rinduku tiada bertuan.
Do'a ku tiada bernama.

Kau sedang apa? 
Di belahan bumi mana?
Apakah kau dekat di sekitar ku,  atau malah jauh dari jangkauan ku.

Aku rindu.. 
Namun hanya mampu menjeritkan rindu di batas kerongkongan.
Aku rindu. 
Namun hanya mampu menggelorakan rindu di lirihan do'a.

Aku menunggumu.
Entah kapan engkau menjemputku.
Datanglah..
Dengan segala keberanianmu. Dengan semua rasa tanggung jawabmu.. Aku rindu.

Untukmu yang ada dimasa depan ku,
Yang kan mencintaiku dengan sepenuh jiwa dan raga, 
yang kan mencintaiku karena Cinta kepada Rabb kita.
Yang bukan karena aku dan kamu menjadi kita,  namun karena Allah aku dan kamu menjadi kita, 
aku rindu.

Untukmu yg namanya sudah tertulis di lauhul mahfudz,
Jaga diri,  akhlak dan agama mu baik2.
Aku menantimu dg semua metamorfosisku.
Smoga Allah selalu menjagamu dan menuntun mu segera ke arahku.

Dan bila masanya telah tiba,  kan ku serahkan segenap hati hanya kepadamu.
Untukmu, aku calon tulang rusuk mu sedang merindu.

Mengenal Sensor Mandiri Bersama Lembaga Sensor Film (LSF) RI dan Blogger Bengkulu


Assalamu’alaikum wr.wb

Halo, apa kabar semuanya, kali ini aku mau sharing tentang kegiatan kita tempo lalu yaitu pada acara mengenal sensor mandiri kerja sama antara Blogger Bengkulu dan LSF RI.

Ok, sebelumnya apakah teman-teman semua tau apa itu yang dimaksud dengan sensor film atau mandiri?

Hem.. aku pertama kali tau istilah sensor film itu ketika zaman masa kecil dulu ketika nonton film di CD. Nah sebelumnya film itu tayang, pasti sebelumnya ada tulisan “Film ini telah lulus sensor”, dengan tulisan yang gede dan warna biru gitu. Hayoo siapa yang punya pengalaman sama kayak aku?...

Nah seiring dengan bertambahnya usia dan semakin tingginya pendidikan, akhirnya aku tau apa itu sensor secara tidak langsung. Yaa kalau dalam bahasa kepenulisan itu sama kayak editing gitu. Artinya ada beberapa gambar, adegan, audio, dan beberapa lain nya yang harus di sensor (ditutup, dikurangi, atau dihilangkan). Sehingga pantas dan layak untuk di tonton. Contohnya sensor gambar atau adegan yang mengandung unsure pornografi.

Nah tepat di hari Rabu tanggal 26 September kemaren, kita juga diajak kenal lebih jauh dengan apa itu istilah sensor. Khususnya sensor mandiri.


spanduk acara
Kegiatan ini yang menjadi Narasumbernya adalah Ibu Mildaini (Founder dan ketua umum Blogger Bengkulu) dan Ibu Noor Saadah (anggota komisi II LSF RI).

Kita kenalan dulu sama mereka berdua yukk..

1. Milda Ini


Ibu Mildaini ketika menyampaikan materi
Beliau ini adalah seorang ibu dengan  tiga orang putri. Lahir dan besar di Bengkulu. Keturunan Serawai dan Rejang Kapahiang. Ibu Milda ini memiliki hobi menulis dan ngeblog. Dan saat ini sudah panyak sekali karya tulisan dalam bentuk buku yang beliau terbitkan. Yaitu sekitar 23 buku antologi dan 6 buku solo. Buku terbaru ini di tahun 2018 berjudul Smart and Happy Mom yang diterbitkan oleh Tinta Medina. Dan masuk ke dalam best seller. Keren yaa..

Saat ini Ibu Milda diberi kepercayaan untuk memegang beberapa amanah. Yaitu:

a. sebagai Founder dan ketua blogger Bengkulu

b. Ketua Relawan TIK Prov Bengkulu

c. Badan Pengurus Pusat Forum Lingkar Pena

d. Penasihat Forum Lingkar Pena

e. Manager Blogger FLP

f. Koordinator Bengkulu Emak-emak Doyan Nulis

Ibu Milda saat ini bertempat tinggal di Perumahan Sopo Indah , Jalan Halmahera. Surabaya. Nah, kalau mau bermain dan sharing tentang dunia blogging dan kepenulisan boleh main-main ke rumah beliau ini yaa. ?

2. Noor Saadah, M.Kom


Ibu Noor ketika menyampaikan materi
   Ibu Noor lahir di Banjarmasin, menuntaskan studi S1di FISIP, Universitas Airlangga, Surabaya (tahun 1986) dan S2 Ilmu Komunikasi  Universitas  Indonesia  (tahun 2008). Beliau ini mengisi   masa mudanya dengan berbagai kegiatan penelitian, seperti menjadi tim Riset untuk KIP (Kampong Improvement Program) oleh UNDP dan FISIP Universitas Airlangga, tim  riset  Semen Gresik untuk Lingkungan Hidup oleh Semen Gresik dan FISIP Universitas Airlangga. 

Selanjutnya pada tahun 1991-1997, Ibu Noor pernah menjadi produser di beberapa  stasiun   televisi nasional. Diantaranya menjadi produser acara Warna Warni (variety show) di RCTI, Tebak   Gambar   (game   show)   di   RCTI, Russian  Roulette  (game show) di  Trans TV, Chance Of a Life Time (game show) di SCTV, Timang-Timang  (magazine  format) di  TV7, Who Wants To Be A Millionaire di  RCTI, Super Milyarder Tiga Milyar (game show)  di    Antv, dan  sebagainya. Wahh., banyak yaa..

Nah.. Sebagai ahli  bahasa, Ibu Noor  juga sering menjadi penerjemah freelance untuk jurnal dan artikel Pendidikan. Kemudian, beliau juga pernah menjabat sebagai Komisioner KPID DKI Jakarta (2010-2014) dan Staf Ahli di DPR-RI (2008-2009). Di LSF, kini beliau menjabat sebagai Anggota Komisi II, Bidang Hukum dan Advokasi.

Gimana? Sudah pada kenalan kaann dengan beliau berdua yang keren ini?

Kedua narsum ini mengajak semua kalangan agar sama-sama melakukan sensor mandiri terutama bagi anak-anak dengan memilih tontonan yang berkualitas bagi mereka.




mumpung lagi di Konakito, numpang foto dikit. hehee (liat ke atas, kali aja ada lalu lintas cicak. wkwk)

Sensor mandiri dilakukan mulai dari diri kita sendiri ni teman-teman. Apalagi sekarang stasiun tv sudah punya label masing-masing di chanel mereka. Ada yang label BO (Bimbingan Orang Tua), SU (Semua Usia), 13+,  17+, 21+.

Mulai sekarang, yuk kita lakukan sensor mandiri dari diri sendiri dan keluarga. Karena Lembaga Sensor Terbaik adalah Keluarga. Yapp.. mau film nya udah dikasih batasan usia sekalipun, jika tidak diindahkan dan diperhatikan oleh keluarga, maka semua itu tetap aja sia-sia.
 
 
foto bersama usai materi

 Mungkin itu saja yang dapat aku sampaikan. Terimakasih sudah membacanya hingga selesai ya.

Wassalamu’alaikum wr.wb

Disclaimer: Tulisan ini diikutkan dalam #nulisserempak yang diadakan oleh Blogger Bengkulu bersama LSF RI

Hilir

Dia berjalan sempoyongan.
Keluar..
Masuk..
Lalu Keluar.. 
Dan kemudian Masuk lagi .

Lalu bercerita panjang lebar.
Kupasang telinga meski sesungguhnya aku tak sanggup mendengar ceritanya.

Hatiku teriris.

Kembalilah seprti seharusnya.

“Rukyah Nur Hidayah”


“Diba, apa kabar?” tiba-tiba Umi mengirim pesan kepadaku setelah sekian lama kami tiada berkabar.

“Alhamdulillah, Baik mi. Umi apa kabar?”, balasku.

“Alhamdulillah umi baik juga. Oya, minggu depan hari Selasa umi ke Bengkulu, Nak”. Pesan nya masuk lagi.

“Oh ya, ada acara apa mi?”, tanyaku.

“Umi mau check up Adek Iyah”.

“Oh, iya mi. Kabari aja yaa. Nanti Diba mau ketemu juga sama Dek Iyah”. Jawab ku.

“Iya”

Yapp… Umi adalah wali kelas ku tatkala masih MTs dahulu. Umi yang baik hari dan peduli dengan semua muridnya. Umi juga adalah Ibu dari salah satu teman ku. Jadi semua orang biasa memanggilnya Umi. Dan Adek Iyah, umur nya baru 3 bulan. Ia bukan anak kandung Umi. Ia adalah anak angkatnya. Bayi malang yang ditinggal meninggal ibu kandungnya tak lama setelah ia dilahirkan.

Namun beberapa hari setelah umi mengirim pesan kepadaku, tiba-tiba saja beliau mengabari bahwa beliau sedang di jalan.

“Assaalamu’alaikum, Diba. Umi sekarang sedang di jalan. Adek semalam nangis nggak ada berhenti. Dia diare. Umi menuju rumah sakit”. Pesan umi sambil mengirimkan alamat rumah sakitnya.

“Ok Mi, nanti usai kuliah Diba langsung menuju lokasi ya”.

“Ok”.

Dan akhirnya usai kuliah aku langsung menuju rumah sakit dimana Dek Iyah dirawat.

“Gimana kabar Adek, Mi?”, tanyaku langsung setelah sampai dan menyalami umi.

“Sudah di tangani dokter, Nak. Katanya tidak apa-apa. Padahal semalam suara Adek bahkan serak karena nangis mulu, Umi kan cemas. Apalagi di mobil tadi Adek sesak nafas. Ina saja sampai nangis. Khawatir adek pergi”, jelas Umi berkaca-kaca. Ina adalah anak kandung Umi yang bungsu. Umi memiliki 4 orang anak.

“Ohh… Iya Umi. Alhamdulillah kalau Adek tidak kenapa-kenapa”,  jawabku lega.

Lalu aku menatap wajah mungil, kulit putih dan lucu itu. Ia balik menatapku. Entah apa arti tatapan itu. Matanya bulat dan tajam sekali. Tangannya sedang di infuse. Matanya berair. Pasrah dengan apa yang dilakukan dokter. Tak terbayangkan oleh ku betapa sedihnya Umi melihat anaknya yang masih bayi di infuse. Anak yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri. Apalagi selama ini Umi memang ingin punya anak lagi. Umi ingin punya anak 5. Namun dokter melarang karena itu akan mengganggu kesehatan Umi. Umi dulu pernah sakit keras.

Dedek Iyah menginap di rumah sakit. Lalu aku pun berpamitan untuk pulang. namun sebelum pamit, Umi memintaku mencari orang yang bisa merukyah Adek Iyah.

Aku pun menyanggupi. Karena aku punya salah satu kenalan ustadz tempat biasa orang-orang sering merukyah.

Malam nya aku menghubungi Ustadz Dayat. Sebelumnya beliau menanyakan yang sakit perempuan apa laki-laki? Jika perempuan maka akan ditangani langsung oleh istrinya.

“Dia perempuan pak ustadz. Masih bayi.”, Jawabku.

“Baiklah. Besok datang ke rumah bapak ya. Usai dzuhur. Atau kalau enggak, di masjid saja. Masjid nya dekat dengan rumah bapak”, kata Pak Ustadz memberi pilihan.

“Di masjid juga boleh pak”.

“Baiklah kalau begitu”, akhirnya malam itu kami berjanji untuk esok nya langsung ke masjid dekat rumah Pak Ustadz. Namun sebelumnya Ustadz sudah memberikan alamat nya secara lengkap dan mudah didapatkan.

Esok harinya, usai kuliah juga, aku langsung ke rumah sakit lagi menemui Umi. Sampai disana, ternyata Umi sudah berkemas untuk pulang. Namun sebelum pulang, kami ke lokasi rukyah dahulu. Aku didepan sebagai penunjuk jalan. Sementara mobil umi yang disupiri oleh Abi dan ada Adek Ina di dalam nya mengikuti ku.

Kisaran 20 menit perjalanan kami sampai ke lokasi masjid itu. Abi langsung memarkir mobilnya. Lalu kami melaksanakan sholat dzuhur dahulu di masjid itu secara bergantian. Tak lama kemudian Ustadz Dayat datang disusul oleh istrinya.

Istrinya bercadar dan ramah sekali kepada kami. Beliau mengambil adek Iyah di pangkuanya. Dek Iyah nurut saja. Namun lama-lama ia menolak dan menangis. Lalu Iyah diambil oleh Abi.

“Jadi gimana, Bu?”, Tanya Pak Ustadz serius setelah sebelumnya bertanya kabar dan darimana.

Lalu disanalah Abi dan Umi bercerita secara bergantian. Aku hanya mendengar. Sebenarnya aku sudah tak kisah Dek Iyah sebelumnya dari Umi. Namun secara lengkapnya baru aku ketahui sekarang.

“Jadi gini Pak, Iyah ini sebenarnya bukan anak kami. Dia adalah anak salah satu orang yang bekerja di kebun kami..”, Umi mulai bercerita.

Disanalah aku mengetahui bahwa Kakeknya Ibu dek Iyah ini adalah seorang dukun. Dan sudah memakan banyak korban dari keluarganya sendiri. Korban sebagai tumbal secara turun temurun. Kakek ibunya Iyah ini masih hidup dan segar meski sudah berusia lanjut.

“Dan Ibu nya Hidayah ini juga menurut penuturan suaminya, juga salah satu korban dari Kakek Ibunya nya (buyut Iyah)”.

Ku lihat Ustadz Dayat hanya mengangguk-angguk saja.

“Iya bu.. dapat kami fahami, Biasanya mereka (Jin) itu memakan tumbal pada malam terang bulan. Lanjut Ustadz Dayat.

“Nah betul sekali itu pak. Ibu nya Iyah ini juga meninggalnya pada malam terang bulan karena sakit perut. Makanya kami begitu cemas ketika Iyah sakit diare parah. Namun diperiksa secara medis malah dokter bilang ia tidak apa-apa”. Tungkas Abi.

Dan disana ku rasakan bulu kuduk ku terasa merinding.

“Dan ketika Ibunya itu sakaratul maut, Pak. keluarganya meminta kami datang ke rumahnya. Ibu Iyah ingin bertemu dengan saya langsung. Lalu disanalah sebelum meninggalnya, Ibu Iyah menitip Iyah kepada saya. Meminta saya menjaga Iyah. Sehingga saya merasa itu wasiat. Awalnya saya tidak membawa Iyah ke rumah. saya hanya memberi perawatan saja pada Iyah. Ia tetap dirawat oleh neneknya. Namun karena kondisi Iyah tak jua membaik seperti orang kurang gizi, akhirnya Neneknya menyerahkan Iyah kepada saya. Dan saya rawat dengan baik. Ketika Iyah saya rawat, saya bacakan sholawat, do’a-do’a, dan ayat-ayat. Banyak kejadian dirumah saya pak. misalnya suami saya pernah melihat kalajengking di dalam rumah. padahal sebelumnya tidak pernah ada kalajengking”, Jelas Umi.

“Iya, betul itu yang ibu lakukan dengan membaca ayat-ayat, sholawat dan do’a-do’a sudah benar. Dan kalajengking itu bisa jadi jelmaan dari jin yang mengikuti Iyah”. Kata ustadz menimpali.

“Memang ada banyak bermacam-macam jenis sihir bu, ada yang keluarnya muntah dalam bentuk paku, ada yang dalam bentuk binatang, ada jimat-jimat yang ditanam di tiap sudut rumah, dan ada juga buhul yang dikirimkan secara kasat mata. Misalnya benang.”, lanjut Pak Ustadz.

“Nahh.. di popok Iyah kami juga menemukan benang pak. tapi saya nggak tau kalau itu adalah buhul. Jadi langsung saya buang”.

“Nah, buhul ini ia tidak akan hilang kecuali dibakar, Bu, dan buhul itu keluar dari tubuh Iyah mungkin karena ibu sering membacanya sholawat dan bacaan-bacaan yang ibu sebutkan tadi”.

Disini aku merasa begitu bergidik. Aku fikir tentang sihir ini hanya ada di zaman dahulu kala sebelum zaman modern. Namun faktanya sampai sekarang juga masih ada. Yapp tak bisa dipungkiri makhluk-makhluk halus, setan dan iblis itu ada untuk menggoda manusia. Mengajaknya ke dalam kesesatan.

“Jadi gimana sekarang pak Ustadz? Agar Iyah bisa terputus dari rantai keturunan itu. Karena kata keluarganya, Iyah ini juga sepertinya akan  dijadikan tumbal kalau tidak kita tolong”. Tanya Umi dengan cemas.

“Iyah masih kecil, Bu. Kita tidak bisa mengusir makhluk yang bersemayam di tubuhnya. Ia tidak akan sanggup. Nanti akan bahaya”, Jelas pak ustadz.

Lanjutnya lagi, “Betul atas apa nyang sudah ibu lakukan. Melakukan rukyah mandiri itu lebih kuat, Bu. Dan lebih mujarrab”, jelas pak ustadz.

Beliau lalu menunjukkan beberapa surat dan ayat agar Umi baca dikala sebelum makan, sebelum tidur, di air minum nya Iyah, dan disekeliling rumah Umi. Dan hampir semua ayat dan surat yang Ustadz anjurkan untuk dibaca, itu sudah Umi hafal dan sebagian sudah beliau amalkan.

“Dan yang terpenting sekarang adalah Ibu harus kuat dulu. Yakinkan Ibu, bahwa tiada yang lebih kuat selain dari Allah. karena ibu yang paling dekat dan sering berinteraksi dengan Iyah. Jangan sekalipun Ibu lemah. Dan ini resIkonya juga besar, Bu. Bisa jadi nanti anak-anak ibu yang lainnya akan diganggu oleh jin yang mengikuti Iyah. Tapi tenang saja. Selagi kita ibadahnya taat kepada Allah, insyaAllah akan selalu dalam perlindungan Allah”, jelas pak ustadz.

“Iya pak. Kadangkala kalau Iyah lagi kumat, matanya melotot seakan marah gitu sama saya, saya ajak ngobrol. Ada apa? Keluar kamu dari tubuh anak saya. Kamu kuat? Allah, Tuhan saya jauh lebih kuat dari kamu”. Lanjut Umi lagi dan mempraktekkan ekpresinya ketika berusaha mengobrol dengan makhluk di tubuh Dek Iyah.

Iyaa.. umi sudah faham akan semua itu. Wajar, karena umi ilmu agama nya cukup tinggi. Beliau juga guru ilmu Al-Qur,an dan hadist di salah satu Madrasah daerah kami.

“Nah, pas sekali ibu. Jadi sekarang yang bisa dilakukan adalah kita terus berdo’a dan lakukan rukyah mandiri untuk adek Hidayah. Semoga dengan begitu nanti makhluk yang mengikuti garis keturunanya juga terputus. Aamiin.” Tutup pak ustadz.

“Baik Bapak, terimakasih banyak pak. Kalau begitu kami pamit pulang dulu pak,” lanjut Abi. Lalu kemudian kami keluar Masjid.

Dan aku menghampiri pak ustadz.

“Maaf pak, gimana dengan biayanya?”, tanyaku malu karena aku bingung memilih kata yang cocok untuk menanyai berapa biaya rukyah ini. Aku takut salah omong karena aku tau beliau ini adalah Ustadz yang sudah banyak membantu orang.

“Sudah.. tidak usah”, jawab ustadz menolak halus dan tersenyum.

“Tapi, Pak?”, tanyaku lagi.

“Iya, nggak apa-apa”. Tegasnya.

“Baiklah pak, kalau begitu terimakasih banyak ya pak”. ucapku terharu.

Lalu Abi dan Umi pulang, sebelum pulang Ustadz menitip pesan kalau ada apa-apa lagi sama adek Iyah, Umi bisa menanyainya kepadaku. Atau minta nomor hp ustadz kepadaku.

Aku menyalami Umi. Dan umi menciumku sambil berbisik, “Makasih ya, Nak..”.

Aku pun membalas Umi lalu mencium Adek Nur Hidayah. Tak terasa air mataku jatuh. Kasian sekali bayi ini. ditinggal ibunya masih bayi. Masih merah badan. Lalu menderita penyakit yang tak dapat diprediksi secara medis sehingga ia tak ubahnya seperti bayi kekurangan gizi. Hidup tidak, mati pun tidak. Namun sekarang ia sudah menemukan keluarga baru yang menyayanginya setulus hati. Apalagi Umi bilang bahwa beliau akan minum obat dokter agar ASI nya keluar untuk menyusui adek Iyah. Agar ia menjadi saudara sesusuan dengan Ina dan dengan ketiga anaknya yang lain yang dua nya adalah laki-laki. Agar nanti ketika besar, tidak menjadi dosa ketika Iyah tidak memakai hijab di depan kedua kakak laki-laki angkatnya. Biar sama dengan Ina.

Memang benar, syirik adalah salah satu dosa besar. Karena telah menyukutukan Allah dengan makhluknya. Di dalam Al-Qur’an dikatakan tatkala Lukman menasehati anaknya:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".

baca juga: pentingnya menulis untuk kebaikan

Semoga kita semua dijauhkan dengan syirik dan senantiasa mendapat perlindungan dari Allah. swt atas gangguan semua makhluk.

Dan alhamdulillah, sekarang aku dengar kabar dari Umi, Iyah semakin sehat, pintar dan cantik. Umi terus membacainya ayat-ayat yang diberikan oleh Ustadz Dayat. Bahkan Adek Iyah tidak mau tidur kalau belum dihidupkan murattal hp. Masyallah.. semoga jadi anak yang pintar, sholehah, cantik dan jadi orang yang berpengaruh ya dek. Do’aku. Aamiin..

Dan tak lama kemudian kudengari kabar dari Umi juga bahwa umi sudah mengganti nama Dek Iyah menjadi Amah. Lengkapnya Nur Salamah. Yang artinya cahaya keselamatan. Dan Umi sudah membuang semua baju-baju Iyah yang lama ketika dulu sebelum sama Umi. Itu juga salah satu usaha yang Umi lakukan untuk menghilangkan kekhawatiran Iyah diganggu lagi.

#Kisah ini diambil dari kisah nyata dengan sedikit pengubahan.

Dicegat


Siang itu, aku disibukkan dengan sederet prosedur dalam menyelesaikan slip pembayaran kami sekelas. Ada sedikit kendala dikampus sehingga aku diminta oleh prodi untuk mengurus nya hingga selesai. Dan dengan gesit aku pun mengurusnya dibantu oleh teman saya, Caca. Namun tatkala lagi memfotokopi slip tersebut karena slip milik aku sendiri salah. Lalu kami kembali ke kostan untuk mengambil slip yang benar, yang jaraknya lumayan jauh dari kampus untuk menjemput slip yang benar.

Dengan buru-buru dan sedikit ngebut bawa kendaraan, aku berharap semua pekerjaan ku hari itu berjalan dengan lancar. Namun manusia hanya bisa berencana. Allah jualah yang menentukan apakah rencana itu akan berjalan dengan mulus atau tidak.


baca juga: Kehilangan Dompet

Ketika diperjalanan, seseorang mencegat kami di jalan dan meminta kami untuk berhenti. Aku sudah mulai merasa khawatir dan mengelak untuk berhenti. Namun dia bilang ada yang ingin di tanyakan. Dan akhirnya aku meminggirkan motorku dengan terpaksa.

“Iya, ada apa pak?”, aku bertanya.

“Ini dengan Adek Novi?”, tanyanya kemudian.

“Oh, tidak pak”, jawab ku langsung.

“Nopi Irwana yang kuliah di Kampus IAIN?”, tanyanya lebih lanjut seolah tak percaya.

“Bukan, pak. Bapak salah orang”, jawabku lagi.

Lalu kulihat ia mengobrol dengan temannya. Ya. Iya berdua dengan temannya yang mencegat ku dijalan.

“Tapi betul koq disini namanya Nopi Irwana. Pas. Plat motor nya juga sama”, aku dengar dia bicara dengan temannya dengan sedikit berbisik.

“Boleh liat STNK nya? Atas nama Nopi Irwana, Nggak?”, tanyanya kemudian.

“Baik, Pak”, jawabku sambil memeriksa STNK di dalam dompetku. Dan aku mulai cemas tatkala nama yang tertulis di STNK itu sama dengan yang dia sebutkan. Selama ini aku tidak hafal nama siapa yang tertulis du STNK milikku sendiri.

“Ini, Pak”, aku menyerahkan STNK itu dengan begitu polosnya. Aku cemas, bingung dan tak tau apa yang di lakukan.

Dalam hati aku mengiba. “Ya Allahh.. aku sedang buru-buru ngurus slip ini. sementara aku sedang ditunggu untuk segera menyerahkan slip itu kembali”.

“Boleh ikut kami, Dek?” pintanya.

“Mau kemana pak? Saya sedang buru-buru. Saya harus menyelesaikan kuliah saya sebentar, Pak. Saya tidak bisa pergi”, jawabku memelas dan sedikit panik.


“Sebentar saja. 5 menit. Kantor kami dekat sinilah” jawabnya tanpa menyerahkan kembali STNK itu kepadaku. Dalam hati aku berkata, “Pasti ada yang tidak beres”.

Aku mendengar Caca berbisik di belakang ku yang tak kalah cemasnya dengan aku. “Jangan Liza. Jangan diikuti”. Pintanya.

“Tidak apa-apa Ca, sepertinya aku tau apa yang terjadi”, Jawabku.

Lalu aku meng-gas motor lagi mengikuti arah kemana dua orang itu pergi. Ke kantor nya.

Dan sampai disana aku melihat banyak orang serta banyak motor di dalam ruangan itu. Apa ini? showrromkah? Tidak!. Tempat penarikan kendaraan kah? Ah mungkin saja. Lalu aku diajak naik ke lantai 3. Sementara Caca menunggu ku di lantai bawah.

Sebelum masuk aku sempat Whatsapp sama Ayah. Namun belum di read. Aku telpon, panggilannya malah mengalihkan. Aku benar-benar panik. Akhirnya aku kirim pesan “Yah, ada orang menghentikan motorku di jalan. STNK aku ditahannya. Dan sekarang aku diajak ke kantor dia”.

Lalu aku terus mengikuti 2 laki-laki tersebut.

Tatkala sampai dilantai 3, aku disuruh duduk dengan computer di depan ku bersama dengan Bapak ya ng mencegat ku tadi. Mungkin itu adalah bos nya. Dan aku harus menyelesaikan urusan ku dengan dia.

“Ada apa, Pak? Kenapa?”, tanyaku langsung karena penasaran dan mata mulai memanas.

“Gini dek, ini motor Adek?” tanyanya.

“Iya pak.ini motor sambungan” jawabku jujur.

“Gimana ceritanya, Dek?” tanyanya lagi.

“Jadi dulu itu ada temannya Ayah yang kredit motor ini. lalu  dia nggak sanggup lagi lanjutkan kreditnya. Dan Ayah yang meneruskan”.

Lalu tak lama kemudian Ayah menelpon ku dan menanyakan apa yang terjadi. Dan aku menyerahkan Handphone tersebut kepada lelaki tersebut. Aku mendengar suara lelaki yang mencegat ku itu bicara. Meski suara ayah tak kudengar. Dapat aku pastikan bahwa motor ku ini sudah jatuh tempo kredit. Bahkan bisa dibilang sudah berbulan-bulan karena sudah diincarnya.

Aku menangis. Tak lama kemudian Caca menemui ku. Dia naik kelantai atas dimana posisi ku berada. Meski sudah di ruang yang sama dengan ku, dia tetap chat aku. “Sabar ya, Za..”,  Caca mengirim pesan di Whatsapp ku. “Iya Ca. makasih yaa”, balasku.

Kemudian tak lama kemudian, lelaki 1 nya lagi meminta kunci motorku. “Untuk apa, Pak?”, tanyaku dengan nada sedikit meninggi karena rasa cemas.

“Pinjam sebentar, Dek. Ada yang mau di cek”, jawabnya. Akhirnya aku berikan kunci motor tersebut kepadanya. setelah berbicara sebentar dengan motor yang aku tidak tau apa-apa tentang ini awalnya, akhirnya aku disuruh menandatangani sebuah kertas. Kertas itu adalah sebuah kertas berisi pernyataan bahwa aku telah menyerahkan motor tersebut.

Aku benar-benar tidak bisa lagi membawa motor tersebut. Ia harus ditahan sampai Ayah menyelesaikan semua urusannya. Aku sudah berusaha menego agar aku diberi waktu. Karena aku harus kembali ke kampus untuk menyelesaikan urusan ku yang tertunda tadi. Aku mencoba membuat dia percaya dengan menahan KTP ku. Aku bilang bahwa nanti aku yang akan mengantar sendiri sepeda motor itu. Namun ia tetap tidak mau. Akan ada yang mengantarku pulang, katanya. Lalu dengan berat hati akhirnya aku dan Caca kembali ke bawah. Keluar dari ruangan itu. Kulihat sepeda motorku. Helm ku sudah tak ada disana. Sudah di pindahkan oleh petugas tersebut. Aku kembali melihat petugas yang tadi meminta kunci motor ku. Ia sudah mengeluarkan semua isi jok motor. Dan dua orang dengan dua motor sudah siap mengantar kami. Terjadi sedikit perdebatan antara kami. Karena aku tidak ingin boncengan dengan lelaki. Begitupun dengan Caca. Akhirnya bos nya datang dan kemudian memerintahkan kepada anak buahnya agar aku dan Caca bawa 1 motor dan dia beserta k
awannya mengiringi kami di belakang.

Ahhh.. aku sudah tak tau lagi apa yang aku rasakan saat itu. Caca hanya diam. Sementara sepanjang jalan menuju pulang air mataku terus berjatuhan. Ahh.. aku memang cengeng. Mudah sekali menangis. Aku orang yang sok kuat. Berusaha sekeras mungkin agar air mata tak jatuh di depan orang namun tetap tak mampu.

Sesampainya di depan Kos, aku menghentikan motor. Lalu ku bilang sama lelaki tua yang mengiringi ku tadi. “Semoga anak gadis Bapak tidak mengalami apa yang aku rasakan”.

Lalu ia menjawab, “Dek, kalau mau mencari pacar, sama abang saja”. Dengan tersenyum dan begitu pedenya .

Astaghfirullah. Muak diriku. Ketika dia pergi, aku langsung memeluk Caca. Dan menangis tersedu di pangkuanya. Tak tau lah apa yang saat itu aku rasakan. Aku hanya ingin menangis. Melepas hormon kesedihan di dalam tubuhku.

Tak lama Ayah menelpon. Beliau menanyakan bagaimana tadi. Dan aku bilang bahwa aku sudah menandatangani kertas tersebut. Lalu Ayah bilang lagi, jika kamu belum tanda-tangani itu tadi, motornya masih bisa kita proses. “Yasudahlah yah.. tidak apa-apa. Aku ikhlas. Mungkin sudah bukan rezki kita lagi. Pasti ada hikmah di balik semua ini. setidaknya Ayah dan Ibu tidak lagi mesti sibuk mikirin uang tagihan kredit yang jatuh tempo tiap bulannya. Semoga aku nanti juga banyak kemudahan lainnya. Aamiin..”

Seiring dengan itu, ucapan duka dan support agar bersabar dari keuarga berdatangan untuk ku.

Yaaa.. selama ini aku hanya tau bahwa semuanya baik-baik saja. Aku pernah menanyakan keadaan motor ku kepada Ayah. Ayah bilang itu tidak perlu kamu fikirkan. Semua akan baik-baik saja. Meski dulu aku juga sudah pernah bilang bahwa, “Kalau motor mau di balikkan ya tidak apa-apa, Yah..”, namun Ayah bertanya. “Apakah kamu masih butuh motor?”,

Aku jawab, “Iya Yah..”

“Kalau masih butuh pakai saja. Nggak usah kamu fikirkan kreditnya”. Ayah meyakinkan.

Namun faktanya semua tak sebaik yang aku fikirkan. Maafkan aku, Yah. Sudah banyak merepotkan mu. Tak perlu khawatir aku akan kecewa kepadamu. Bagaimanapun kau tetap lelaki terhebat dalam hidupku. Terima kasih Ayah.

Babak Baru


Menangis

Hanya itu yang bisa aku lakukan

Hidup ini mengajariku arti pengorbanan

Memulai babak baru sebelum waktu


Aku belum siap

Sementara aku dipaksa agar siap

Siap mengubur semua mimpi

Siap menghadapi kisah pilu

Siap menghadapi babak baru

Atau siap menjumpai cerita haru


Babak baru

2 kata membuat ku merinding takut

Kenapa semua menjadi pekat?

Aku ditanya. Namun aku tercekat

Sementara jawabanya harus cepat

Baiklah!! Aku akan menghadapi babak baru

Bersemu rintik kecil hari lalu

Antara Akulaku dan HARPITNAS



Assalamu’alaikum wr.wb semuanya.

Selamat datang kembali di blog ku yang kece ini. hehee

Btw, udah pada belanja belom ni?? Apakah barang yang kamu inginkan sudah bisa kamu miliki dengan mudah? Atau masih mencari-cari info dulu dimana tempat beli barang yang mudah, simple, dan bisa kredit lagi. Nahh,,,, nggak usah repot lagi nyari-nyari tau atau testimony dari mulut ke mulut untuk belanja. Baca aja blog aku sampai selesai. Hehehe.. aku mau ngasih tau kamu ni kalau ada tempat belanja untuk belanja yang murah, banyak promo dan bisa kredit. Yaituuuu??? Di Akulaku.

Kenapa Harus Akulaku?


Iyahh.. di akulaku kita bisa belanja apa aja yang kita mau. Mau belanja laptop, mesin cuci, dispenser, handphone, dan alat-alat rumah tangga lainya? Lengkap dech. Banyak banget disini.





Jadi ingat ni kalau aku dulu pengen belanja laptop. Harus cari tau dulu dimana tempat beli yang murah dan bagus, Tanya sana sini, terus minta bantuin kawan-kawan. Aduuuhhh.. lamaaa.. belum tentu juga nanti dapat sesuai dengan yang kita inginkan. Tapi sekarang? Ada baanyyakk sekali aplikasi online yang bisa kita mamfaatkan untuk belanja online. Kita bisa pilih barang mana aja yang kita inginkan.

Begitupun di Akulaku. Caranya download aplikasi Akulaku di Play Store, daftar, lalu geser-geser jarimu untuk melihat barang-barang yang kamu inginkan. Dan ada juga promonya loo.. Akulaku juga ada hot promo perupa penawaran terbaik dan harga termurah. Di Akulaku kita nggak mesti langsung bayar lunas sekaligus. Tapi kita bisa bayar secara kredit. Nggak pake kartu kreditnya lagi nich. Jadi lebih gampang tanpa ngurusin ini itu. Dan kalau beli barang yang harganya lumayan menguras kantong, kita bisa bayar beberapa kali secara kredit. Dp nya juga murah banget. Coba aja cek di Akulaku. Tapi kalau aku pribadi sich, kalau masih terjangkau mending langsung bayar lunas aja sekaligus. Tapi kalau agak mahal aku lebih milih nabung dulu. Hehee.. tapi bagi teman-teman yang memang butuh barangnya cepat karena sangat mendesak, Akulaku memberikan kemudahan ini. duhh.. Akulaku pengertian banget sichh.. nggak kayak dia. #Uppss


Selain itu, mulai tanggal 20 Agustus pula, Akulaku akan menjadi aplikasi virtual kredit pertama yang berani memberikan kompensasi jika pengajuan limit kita ditolak. Kompensasinya yaitu berupa uang cash dengan total RP 888.000.
 

Dan pada tanggal 20 Agustus hingga 11 September 2018, Akulaku akan mengadakan Hari Pesta Kredit Nasional (HARPITNAS). Dan selama periode tersebut, konsumen akan dimanjakan dengan berbagai pilihan produk idaman yang bisa diraih dengan uang sebesar RP 1.000 saja tiap harinya. Launching Hari Pesta Kredit Nasional Akulaku ini mulai tanggal 22-26 Agustus 2018 bertempat di Gandaria City. Catet yaa tanggalnya. Di hari itu, Akulaku akan bagi-bagi jutaan hadiah hingga Akulelang 10 smartphone, 2 Laptop, dan 1 unit motor mulai dari Rp 1.000. wawwww…

Gak Cuma itu ni teman-teman, disana kita juga bisa BELANJA OFFLINE dengan scan Barcode dari Aplikasi Akulaku. Bayarnya pakai Limit Kredit Akulaku.

Lagi ni teman-teman, ada juga activity super gokil yaitu:

- AkuHunt: Share foto kita dengan billboard Akulaku



- AkuGift: Sobek-sobek dapat hadiah jutaan Hadiah

- AkuShakeIt: Goyang Terheboh dapat hujan Hadiah

- AkuLelang: 10 Smartphone, 2 Laptop, dan 1 Unit Motor harganya mulai Rp 1.000



- AkuScan: Snap and Win Voucher Belanja hingga 25 Juta tiap jam 16.00 WIB.

Nahh.. gimana?? Yuk belanja di Akulaku dan jangan lupa nikmati keistimewaan-keistimewaan di HARPITNAS nya..


Happy Shopping.. :-) 

Wassalamu’alaikum wr. wb

Ketika Kisah Lama Menyapa


Aku benar-benar tak menyangka, kisah ini kembali hadir. Kisah yang telah lama aku tutup dalam lembaran hati yang pernah singgah. Dadaku sesak. Semua kisah lalu itu kembali hadir dalam ingatanku. Tak mampu aku menahan hati untuk tidak bergemuruh. Lukaku kembali menganga.  Dia yang telah membuat luka itu kini kembali hadir dalam kedok rindu.

Dia kembali menyapa pagiku yang hangat. Iya.. Pagiku yang hangat kini sudah tidak lagi hangat. Bahkan sudah memanas. Rasa muak,  benci,  kasihan, rindu, bercampur jadi satu dalam semayam masa lalu. Ia kembali hadir. Ingatanku melayang ketika aku dahulu memutuskan untuk pergi. Meninggalkannya dengan sejuta harapan kepadaku namun tanpa memberiku kepastian. Kurasa itu hanya kesia-siaan.

"Kalau kamu memang sayang, setelah kita sama-sama tamat kita menikah ya." aku menanyakan kepastian untuk sebuah hubungan yang sudah kami jalin berdua. Sebuah hubungan yang terjalin tanpa sengaja.

Namun dia tidak merespons. Dia hanya diam tanpa suara.

"Kamu mau kan?", aku kembali bertanya. Berharap tiada jawaban lain selain kata iya.

"Tidak bisa,  Dil! ", jawabnya mantap. Aku menatap. Namun ia memalingkan wajah tak mau balik menatapku.

"Kenapa? Soal pekerjaan?  Tenang saja. Kita akan memulai semuanya dari 0. Bukan cuma kamu,  tapi aku juga akan bekerja. Aku akan membantumu melewati apapun yang terjadi dalam rumah tangga kita. Aku akan menerimamu apa adanya. Tidak usah khawatir", aku berusaha meyakinkan ya.

"Tidak. Bukan itu", jawabnya lagi.

"Lalu? ", aku bertanya tak sabar

"Aku memiliki seorang adik yang saat ini sekolah SMP.  Aku harus bekerja dahulu, aku akan membiayainya menggantikan posisi ibu,  aku tidak ingin ibu terus bekerja demi sekolah kami dan setelah tamat,  itulah saatnya aku berbakti dan membalas semua jasa-jasa ibu." jelasnya

"Bagaimana dengan aku dan hubungan kita?" aku bertanya lebih lanjut.

"Aku ingin pernikahanku nanti aku sendiri yang membiayai, Dil.  Jadi aku harus mengumpulkan uangnya dahulu.  Membuka usaha, misalkan. Aku tidak ingin ibu justru kembali terbebani saat nanti menikahkan aku. Cukuplah selama menguliahkan aku saja ibu berhutang kepada tetangga dan karib kerabat.", ia kembali menjelaskan.

"Dila, jika kamu benar-benar ingin menikah segera setelah tamat kuliah. Aku takkan memaksamu untuk terus bersamaku. Aku tak ingin mengikatmu dalam hubungan kita. Tak ada sesuatu yang menjamin hubungan kita. Kamu punya hak dan kendali atas dirimu sendiri. Kamu bebas menentukan langkah". Lanjutnya.

Aku menatapnya seakan tak percaya. Semudah itu ia mengatakan semua, meski apa yang ia sampaikan itu benar adanya. Tapi aku tidak bisa menerima. Kami saling mencintai. Dia mengatakan itu disaat aku sedang sayang-sayangnya kepada dia. Kenapa dia tidak mengungkapkan sebuah kata-kata perjuanganya sebagaimana ia berjuang menaklukkan hati ku sebelum aku benar-benar jatuh cinta.

Kecewa, itulah rasa yang aku rasa. Ibu terus mendesakku untuk segera menikah.

"Setelah tamat kamu nikah ya nak.. Biar hati ibu lega. Setidaknya anak satu-satunya ibu ini sudah memiliki pendamping yang akan selalu melinduingnya jika ibu sudah tai nanti. Jika kamu belum ada calon, tenang saja.  Anak teman-teman ibu yang masih bujangan masih banyak tuch.  Dan siap untuk menikah". Itulah kata-kata yang pernah ibu katakan padaku.

Dan setelah Fadil mengatakan bahwa ia tidak bisa menikahiku ketika tamat dan tidak mmberi kepastian kapan ia akan melakukan itu,  komunikasi kami menjadi terganggu. Aku enggan menghubunginya. Dan dia juga mungkin sungkan untuk menghubungi. Hingga akhirnya aku mulai berbicara lebih dahulu kepadanya. Mengatakan bahwa aku akan pergi jauh dari kehidupanya. Aku memintanya untuk tidak menghubungi dan mencariku lagi. Yaa..  Kata-kata itu aku ketik dalam sms yang panjang. Penuh perasaan. Dengan berat hati aku mengatakanya.  Aku benar-benar menghilang. Meski setengah hatiku tertinggal pada Fadil.

Kami 1 kampus. Meski aku sudah pindah kostan, tetap pernah sekali dua kali kami berpapasan di jalan. Dan aku segera mengalihkn pandangan jika kebetulan kami saling bertatap muka.  Namun jika hanya aku yang kebetuln melihatnya, maka aku memilih untuk menghindar atau bersembunyi kalau bisa. Aku tidak ingin ia melihatku.

Dan ketika sedang membuka email di hp ku, ada pesan masuk di whatsapp. Nomor baru. Aku menjawab salamnya dan menanyakan ia siapa. Ternyata dia adalah Fadil.  Tentu saja aku terkejut. Darimana dia dapat nomor hp ku?  Ah itu pertanyaan bodoh.  Gampang sekali jika ia ingin menghubungi ku. Karena kami memiliki beberapa teman yang sama dan tentu menyimpan nomor hp kami berdua. Ia hanya tinggal minta atau mengambil no hp ku secara diam-diam lalu menghubungiku. Ahh.. Aku tidak menyangka ia kembali hadir setelah lebih dari 1 tahun kami tidak ada lagi komunikasi. Dan aku sudah tidak lagi menjalin hubungan yang spesial dengan siapapun.  Semua orang yang menyukai atau memberi kode kepadaku, aku anggap ia hanyalah teman atau kakak semata.  Toh Ibu juga tidak mendesak dan menanyaiku ku lagi tentang menikah. Belum ada apa yang membuat hatiku tertarik.  Atau mungkin karena aku belum bisa move on dari Fadil.  Ntahlah..

Berungkali ia mengirim pesan kepadaku.  Ada apa dengan dia??  Aku tidak suka ini.  Aku membenci sesuatu padahal sesungguhnya aku menyukai itu. Apalagi akhir-akhir ini dia sering kali menanyai kabarku dan menitipkan salam kepada Ando.  Teman kami.

"Hey",

1 pesan dari nomor baru masuk.  Aku tau itu nomor whatsapp Fadil.  Aku sengaja tidak menyimpanya meski berungkali juga ia memintaku untuk menyimpan nomornya. Aku tau ia memintaku untuk menyimpan no hp nya agar ia bisa melihat status WA ku. Karena untuk bisa melihat status/snap wa teman kita, maka keduanya harus saling menyimpan nomor masing2. Aku tidak mau. Aku memilih untuk menutup diriku dari Fadil setutup mungkin. Aku tidak ingin kisah itu terulang. Berungkali aku menanyai hatiku. Apakah aku benci? Tidak!! Aku tidak benci. Hanya saja aku tidak terima.

"Kenapa? ", tanyaku.

"Oh tidak..  Cuma mau test kontak aja", aku tau dia bukan cuma test kontak.  Dia ingin tau kabar ku atau lebih dari  itu,  ingin chat lama-lama denganku. Sementara selama ini aku hanya balas pesan nya singkat-singkat saja. Bahkan 1 jam atau parahnya berhari-hari setelah dia chat baru aku balas.

"Perasaan test kontak terus", aku to the point.

"Hmm..", hanya kata hm yang ia jawab. Aku fikir ia kebingungan mau jawab apa.

"Ada yang mau kamu omongin, Dil? " tanyaku lagi. Kami memang memiliki panggilan singkat yang sama. Aku Dila dan dia Fadil. Sama-sama dipanggil “Dil”.

"Tak bisa dibohongi bahwa hati ini rindu", jawabnya jujur.

Glek..  Hatiku berdesir.  Ah Ya Allah.. kenapa dia mengungkapkannya?  Mataku berkaca.  Aku yakin dia masih mengharapkanku meski tidak bisa menjanjikan apapun kepadaku. Apakah ia tau yang dibutuhkan wanita itu cuma 1. Kepastian. Dan dia tidak memiliki itu. Hati ku gamang. Aku harus jawab apa. Apakah aku juga rindu? Tidak. Aku tidak rindu. Aku tidak bohong. Aku memang tidak merindukanya. Aku hanya rindu kenangan kami dahulu. Oh. Padahal sama saja.

"Kamu belum melupakan aku ya?", kata-kata itu lah yang akhirnya aku ketikkan pada keyboard.

"Maaf", katanya singkat.

"Aku yang minta maaf, kamu tidak berhak merindukanku. Kisah kita sudah usai. Lupakan aku.  Lakukan apa saja yang membuat kamu lupa akan aku. Termasuk menghapus kontak ku.  Yakinlah suatu saat nanti kita akan diberikan yang terbaik oleh Allah.  Sebagaimana dulu kamu bilang tidak ada jaminan untuk hubungan kita, maka aku juga tidak menjamin hatiku akan kembali mencintaimu". Aku mengatakan itu dengan tegas. Berharap ia segera mengerti akan maksudku.

"Semua itu sudah aku lakukan.  Tapi semua itu tidak sesuai realita”, katanya.

Ahhh..  Kamu,  kembali mengoyak hatiku dengan pernyataan baru mu.

"Sudahlah.  Jangan buat luka hatiku lagi.  LUPAKAN AKU!", Aku menutup chat pagi ini dengan hati yang ntahlah bagaimana. Ada rasa sedih disana. Aku sengaja menulis kata "LUPAKAN AKU" dengan huruf besar semua sebagai bentuk tekanan dari kata tersebut. Dengan segera aku memblokir no hp nya. Aku tidak ingin ia menghubungiku lagi.

Maaf Fadil jika ini terlalu kejam. Kamu yang lebih dahulu kejam dahulunya kepadaku. Kamu membuat keputusan disaat aku lagi sayangnya. Hingga akhinya aku memilih pergi. Dan kini ia kembali hadir. Apa yang ingun ia tawarkan. Jika saja ia kembali hadir dengan mengatakan bahwa ia akan segera menikahiku, maka aku pasti akan menyambutnya. Tapi itu tidak mungkin. Karena aku yakin keputusanya dulu masih sama. Aku sangat menghargai itu.  Keputusan bahwa ia akan mengabdi terlebih dahulu kepada ibunya. Dan menyekolahkan adeknya.  Tapi kenapa???  Kenapa ia hadir lagi??  Ia datang untuk mengatakan rindu. Tidak ada gunanya mengatakan rindu itu sekarang.  Aku tidak butuh itu, Fadil!!.. Kau membuatku kembali mengenang kisah lama yang harusny sudah lama pula aku muntahkan.


baca juga: Sore Bersama Bapak

Farewell part 3


Adinda

Matahari belum terlalu menampakkan wajahnya, sementara suara ayam sudah ramai berkokok membangunkan tuannya, atau bahkan minta dibukakan pintu keluar dari kandang untuk mencari makan. Ayah Adinda telah berangkat kerja terlebih dahulu, mencari modal untuk menyambung hidup. Atau mungkin mencari kegiatan sebagai pengusir sepi dan segala rasa kesalnya kepada sang mantan istri. Sekarang Adinda dan Ayahnya telah tinggal jauh dari Isna dan Ibunya. Ia pergi ke sebuah desa pedalaman atas ajakan dari teman Ayahnya Adinda dan Isna. Om Remo.

Sementara Adinda, ia sudah terbiasa ditinggal kerja oleh Ayahnya. Dan bahkan ia pun seekarang terbiasa mencari barang bekas keliling kompleks untuk sekadar mendapatkan uang jajan.

“Kak, kita kemana lagi mencari barang bekasnya?” Tanya Adinda kepada Randa yang menjadi teman bermain sekompleksnya.

“Kita cari di ujung, yookk.. kan kemaren kita belum kesana”, jawab Randa sambil menunjuk sebuah tempat dengan suara air yang deras.

“Tapi kan disana sungai kak, mana ada barang bekas disana, yang ada kita mandi nanti”, jawab Adinda mengelak. Karena kemaren, ketika mereka mencari barang bekas, Randa malah mengajaknya mencari siput yang berakhir dengan basah-basahan lalu mandi.

“Hehee.. nggak koq, oya, disana ada pohon buah jambu warna pink. Nanti kakak panjatin buat kamu. Kamu pasti suka, kan?”

“Yaudah, kalo maksa”, jawab Adinda tertawa.

Mereka kemudian pergi ke tempat yang tadi ditunjuk oleh Randa. Kali ini mereka hanya berdua. Biasanya mereka bertiga dengan Rina, kakaknya Randa. Tapi Rina hari ini pergi bersama ibunya ke rumah Bibi.

Tak lama kemudian mereka sampai. Setelah dapat sedikit  barang bekas berupa botol akua dan sepatu karet, ditambah lagi besi-besi kecil, mereka akhirnya sampai dibawah pohon jambu. Randa memanjatnya. Tapi Adinda yang tak mau diam akhirnya ikut memanjat. Padahal umur mereka belum sampai 7 tahun. Tapi sudah berani saja memanjat. Jarak umur Randa dan Adinda hanya 2 bulan saja. Namun tubuh Randa jauh lebih subur ketimbang Adinda.

“Kak, tolong ambilin itu yang di ujung itu”, Adinda meminta Randa mengambil buah Jambu yang sudah kelihatan masak.

Tanpa menjawab, Randa dengan cekatan langsung mengambilnya untuk Adinda.

Setelah merasa puas makan buah jambu di pinggir sungai yang subur, mereka perlahan turun. Namanya juga anak-anak, mereka tidak langsung pulang. Adinda menemukan kotak rokok lalu mengambil kertas berwarna emas di dalamnya, lalu dengan kreatif ia mempelintir kertas rokok itu lalu dijadikanlah olehnya berupa gelang, kalung, cincin. Mereka bermain seolah-olah lagi jualan emas perhiasan.

Ketika asik bermain, Adinda teringat kunci rumah yang tadi ia tarok di saku celananya, namun tatkala ia meraba, ia tak menemukan apa-apa selain saku celana yang kosong. Lalu ia membongkar tas isi barang bekasnya. Namun tak ditemukan juga. Lalu Adinda dan Randa terus mencari hingga ke sungai. Namun tak juga bertemu. Adinda menangis. Ia sangat takut ayahnya marah. Akhirnya mereka pulang. Adinda masih menangis dan Randa berusaha membujuknya. Namun tak juga membuat tangis Adinda berhenti.

Mereka menuju pulang. Menyerah karena tidak menemukan kunci. Adinda masih dalam tangis kecemasanya. Waktu telah menunjukkan sore, Adinda tidak mau diajak ke rumah Randa. Ia akan menunggu ayahnya pulang di depan pintu rumah.

Tak lama ayahnya pulang, Adinda menangis lalu memeluk ayahnya langsung.

“Loh, Anak gadis kecil ayah kenapa nangis?”, Tanya ayahnya dengan lembut. Beda sekali dengan perlakuanya kepada ibu Adinda yang kasar.

Dengan sesunggukan Adinda mengatakan kunci rumah hilang. Dia takut ayahnya marah. Sebenarnya Ayahnya memang ingin marah. Karena itu adalah kunci satu-satunya yang belum sempat di duplikat. Namun demi melihat Adinda yang seperti itu, ia tak tega.

“Yasudah.. ayah nggak marah koq, lain kali hati-hati ya. Itu kunci kita satu-satunya”, Ayah Adinda menenangkan.

Adinda hanya mengagguk. Kemudian Ayahnya mencari batu lalu membuka kuncinya dengan paksa. pintu pun terbuka.

Setelah masuk ke rumah, Ayahnya bilang. “Nanti malam kita ke rumah Om Remo ya, Dek, ada Adek Hilma juga disana”.

Hah?? Ada adek Hilma? Adinda terkejut. Kalau ada Hilma berarti ada Tante Indah. Tante yang kemaren mengantarkan nasi ke rumah. Tante Indah memang baik. Tapi Adinda tidak suka. Ia takut Tante Indah merebut Ayah dari Ibunya. 

“Nggak mau!”, jawab Adinda ketus.

“Loh, Kenapa? Kan kamu bisa main sama Dek Hilma. Udah lama nggak main sama dia kan?”, Ayahnya membujuk.

“Pokoknya nggak mau!!”, Adinda kemudian langsung masuk kamar dan mengunci pintu. Ia kembali menangis. Bukan tangisan takut lagi. Tapi tangis Rindu. Ia rindu kepada Ibu dan Kak Isna. Keterjagaan ia di tengah malam dalam gendongan Ayah masih belum sanggup ia pahami.

Bersambung

Sinopsis Assalamualaikum Calon Imam


Judul: Assalamualaikum Calon Imam
Nama Penulis: Ima Madaniah
Tempat Terbit: Jl. Angsana Raya Pejaten Timur
Penerbit: PT BUMI SEMESTA MEDIA
Tahun Terbit: November 2017
Keterangan edisi: Cetakan Pertama
Halaman:  476 hlm

Hallo,,,, aku mau certain tentang kisah yang penuh drama ini. yang mengharu baru. Aduhh.. akunya mudah baper jadi malah makin baper usai baca novel ini. wkwk

Ceritanya sangat menarik ni, lengkap. Hampir semua tokoh ada kisahnya disini. Bukunya juga tebel banget. Namun karena novelnya bagus dan buat penasaran,, aku baca ini sampai tuntas dengan segera. Bagusnya sich baca aja langsung novelnya dan nilai sendiri. Tapi aku tetap mau certain synopsis novelnya ya. Sedikit saja. Nggak banyak koq. Hehee

Cerita berawal dari kisah Nafisya Kaila Akbar. Seorang mahasiswa jurusan farmasi semester awal. Ia sangat membenci ayahnya yang tega meninggalkan dia dan keluarga ketika masih kecil. Ia bahkan tidak percaya dengan yang namanya cinta. Hingga pada akhirnya secara diam-diam ia mencintai Jidan. Sahabat kecilnya. Sayangnya, Jidan justru mencintai Syalsa Sabila Akbar yang merupakan kakak dari Nafisya.

Hingga pada akhirnya Jidan memutuskan untuk menikah dengan Syalsa dan itu membuat Nafisya begitu sakit. Tatkala pernikahan Syalsa akan digelar, ternyata di waktu yang bersamaan ia dilamar oleh Alif. Seorang dosen galak di kelas Nafisya yang sering membuat Nafisya kesal. Alif satu-satunya orang yang tau perasaan Nafisya kepada Jidan karena tak sengaja ia melihat pesan singkat di handphone Nafisya ketika dulu handphonenya tertinggal di dalam mobil Alif.

Nafisya belum menjawab lamaran Alif. Hingga pada akhirnya ia langsung menerima dan meminta Alif menikahinya di depan Ayah Nafisya yang sedang sakaratul maut. Iya, Nafisya sudah memafkan ayahnya setelah ia tau apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu. Apalagi ayahnya menderita penyakit yang akhirnya merenggut nyawa Ayahnya.

Waktu berjalan. Alif tetap menjadi dosen tergalak dikelas meskipun statusnya sudah menjadi suami Nafisya. Tidak banyak yang tau pernikahan dosen dan mahasiswa tersebut kecuali orang-orang terdekat Nafisya dan para dosen di kampusnya.

Meski sudah berusia 12 bulan pernikahan, namun Nafisya masih belum bisa membuka kerudung di depan suaminya sendiri. Dan Alif juga tidak memaksa. Namun tatkala  mereka sudah mulai saling mencintai dan merasa bahagia dengan perasaan mereka, Nafisya menggugat cerai Alif.

Nafisya menderita sakit Neoris optic.  Ia akan cacat mata. Karena itulah ia meminta cerai kepada Alif. Ia ingin Alif bahagia tanpa harus terbebani dengan wanita cacat seperti dia. Kemudian Alif menjatuhkan Talak kepada Nafisya tepat dihari wisudanya.

Nafisya tak sadarkan diri. Ia juga tak mampu melihat apa-apa. Dan akhirnya ia dibawa oleh kakaknya hari itu juga di rumah sakit pusat. Alif tidak tau bahwa Nafisya sakit. Nafisya melarang semua orang mengatakan tentang penyakitnya kepada Alif. Namun pada akhirnya Jidan nekat memberi tahu Alif disaat pada hari itu Alif siap berangkat keluar negeri. Ia memutuskan untuk melupakan semua kenanganya. Dan ketika Jidan memberi tahu perkara Nafisya, Alif langsung ke rumah sakit tempat Nafisya di rawat. Setelah 6 bulan berpisah, akhirnya mereka rujuk kembali.

Nafisya di operasi. Awalnya ia dinyatakan meninggal karena kehabisan darah ketika operasi. Namun denyut jantungnya kembali lagi. Ia koma selama 2 minggu. Selama itu pula Alif merawatnya dengan kasih sayang. Ia membaca sebuah buku kimia milik Nafisya. Disana Nafisya juga menuliskan tentang curahan hatinya yang selalu diawali dengan  Assalamualaikum calon Imam. Semua isi surat itu tertuju untuk Alif. Bahkan di saat Alif sendiri sudah menajdi imamnya. Ternyata Nafisya sudah sejak lama mengagumi Alif. Lelaki pembaca surat Al-Kahfi dengan merdu namun Nafisya saat itu tidak tau siapa si pemilik suara.

Hingga pada akhirnya Nafisya sadar. Ia sembuh dan bisa melihat meski ia tetap menderita rabun senja. Yang tatkala hari mulai gelap, penglihatanya pun ikut gelap. Alif dan Nafisya sangat saling mencintai. Hingga pada akhirnya juga Nafisya dinyatakan hamil. Sekarang ia tidak lagi memanggil Alif calon imam. Tapi Assalamu’alaikm Imamku.

TAMAT
baca juga: Funbike dan Deklarasi Pra Hari Anti Narkoba Internasional